Sumbawanews.com,- Pada 12 September 2026, kelompok Houthi di Yaman berhasil menguasai Pulau Perim di Selat Bab al-Mandab, memperluas kendali mereka atas salah satu jalur pelayaran strategis dunia. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pelayaran di Laut Merah aman kecuali bagi kapal-kapal milik Arab Saudi, sambil menjanjikan peningkatan serangan militer hingga blokade terhadap Yaman dicabut. Penguasaan Pulau Perim—yang membagi selat tersempit di dunia—terjadi setelah pasukan yang berpihak pada pemerintah Yaman yang didukung PBB dan Arab Saudi meninggalkan lokasi tersebut. Langkah ini memperparah gangguan terhadap ekspor minyak Saudi, yang bergantung pada rute ini sejak Iran mulai menargetkan Selat Hormuz. Akibatnya, harga minyak dunia melonjak melebihi US$100 per barel. Pipa minyak East-West yang menghubungkan wilayah timur dan barat Arab Saudi juga terhenti akibat eskalasi konflik. Uni Emirat Arab, yang sebelumnya memiliki pangkalan udara di Pulau Perim, telah menarik diri dari konflik sejak Januari 2026.
Home Berita Internasional Houthi Kuasai Selat Bab al-Mandab, Blokade Laut Merah Ganggu Pasokan Energi Global















