Home Berita Olah Raga Pemain Bintang yang Menolak Persija, Memilih Persib: Kisah di Balik Loyalitas dan...

Pemain Bintang yang Menolak Persija, Memilih Persib: Kisah di Balik Loyalitas dan Impian

Sumbawanews.com,- Menjelang laga sengit Persija Jakarta vs Persib Bandung pada 12 September 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sejumlah pemain bintang pernah membuat keputusan kontroversial: menolak tawaran Persija demi memilih Persib Bandung, atau sebaliknya, dengan alasan karier, loyalitas, dan pertimbangan psikologis. Di balik rivalitas paling panas di sepak bola Indonesia, ada kisah-kisah yang mengungkap betapa dalamnya ikatan emosional antara pemain, klub, dan suporter.

Mariano Peralta, striker asal Argentina, menolak tawaran Persija Jakarta menjelang musim 2026-2027 karena ingin berkompetisi di ajang Asia seperti AFC Champions League 2 dan ASEAN Club Championship, lalu memilih bergabung dengan Persib Bandung. Keputusannya memicu kemarahan Jakmania, yang kini siap memberikan tekanan mental saat Peralta tampil di SUGBK. Ricky Kambuaya, gelandang timnas asal Papua, juga memilih Persib setelah berkonsultasi dengan rekan setimnya, Rachmat Irianto, demi tetap bermain bersama di satu tim. Sementara itu, bek Serbia Bojan Malisic secara tegas menutup pintu untuk bergabung dengan Persija, mengutamakan ikatan emosionalnya dengan Bobotoh selama membela Persib.

Bek naturalisasi Brasil Fabiano Beltrame menolak ajakan Persija pada 2019 karena ingin mempertahankan kesepakatan lisan yang sudah dibangun lebih dulu dengan Persib. Ryan Kurnia, sayap produktif dari Persikabo 1973, juga memilih tetap setia pada Persib meski Persija datang menawarkan kontrak. Rachmat Irianto, putra legenda Bejo Sugiantoro, awalnya diincar Persija setelah meninggalkan Persebaya, tetapi memilih Persib dan bahkan meyakinkan Ricky Kambuaya untuk bergabung bersamanya. Sementara itu, Riko Simanjuntak—kini ikon Persija—pernah menolak tawaran klub ibu kota di awal karier karena merasa belum siap secara mental menghadapi tekanan besar, sebelum akhirnya kembali dan menjadi legenda di sana.

Kisah-kisah ini bukan sekadar transfer pemain, tapi cerminan nilai-nilai yang jauh lebih dalam: kepercayaan, identitas, dan keberanian memilih jalan yang tidak populer demi prinsip pribadi. Di tengah gempuran rivalitas, mereka memilih bukan hanya klub, tapi juga hati.

Previous articleIndonesia Tumbang Telak 48-102 Lawan Korea Selatan di Asian Games 2026
Next articleAnak Krakatau Masih Siaga, Erupsi Lanjutan Berpotensi Terjadi