Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda hingga kini tetap berada pada Level III (Siaga), dengan probabilitas tinggi terjadinya erupsi lanjutan. Status ini berdasarkan analisis komprehensif Badan Geologi yang mengamati dinamika vulkanik, termasuk munculnya fase Strombolian episodik sebanyak 14 kali hingga 11 September 2026, serta peningkatan gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan suplai magma dari kedalaman. Meski erupsi menerus selama 25 jam yang berakhir pada 4 September telah reda, data kegempaan mencatat masih adanya gempa erupsi, low frequency, hybrid, vulkanik dangkal, dan vulkanik dalam, serta tremor menerus. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki radius 3 kilometer dari kawah aktif akibat risiko lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, sementara warga pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta tidak mempercayai isu tsunami yang tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.















