Sumbawanews.com,- Amerika Serikat mempercepat proses pemilihan pemenang kontrak pengembangan jet tempur siluman generasi berikutnya, F/A-XX, menyusul kemajuan pesat militer China di bidang kekuatan udara laut. Pentagon dikabarkan telah mempersempit pilihan ke dua perusahaan, Boeing dan Northrop Grumman, dengan pengumuman pemenang kemungkinan akan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang. Keputusan ini menjadi mendesak karena China telah meluncurkan pesawat tempur siluman J-20 dan J-35, termasuk varian yang dirancang khusus untuk operasi dari kapal induk, sementara Beijing juga tengah membangun kapal induk keempat yang diperkirakan bertenaga nuklir. Tanpa keberhasilan F/A-XX, Angkatan Laut AS berisiko kehilangan kemampuan operasional udara berbasis kapal induk yang efektif di kawasan Indo-Pasifik pada dekade 2030-an, terutama menghadapi sistem pertahanan udara, rudal jarak jauh, dan pesawat canggih yang semakin mengancam keunggulan historis Washington.
Meski data teknis tentang kemampuan sebenarnya dari pesawat-pesawat China masih sulit diverifikasi, kemunculan desain baru tanpa ekor yang diklaim sebagai generasi keenam telah meningkatkan tekanan pada Pentagon untuk tidak menunda lagi proyek strategis ini. China tidak hanya memperkuat armada pesawat tempur, tetapi juga memperluas kekuatan lautnya dengan tiga kapal induk yang kini aktif beroperasi—Liaoning, Shandong, dan Fujian—mengubah kalkulasi strategis di kawasan yang selama ini didominasi oleh kekuatan udara laut AS. F/A-XX bukan sekadar program pengganti senjata, melainkan bagian dari perlombaan lebih luas untuk mengendalikan dominasi udara dan laut di Indo-Pasifik.
Pentagon menegaskan bahwa tidak ada informasi tambahan selain komitmen untuk menyelesaikan kontrak dalam waktu dekat, sementara analis memperingatkan bahwa penundaan lebih lanjut dapat menggerus keunggulan taktis AS di wilayah yang kian dipenuhi ancaman canggih dari Beijing.















