Sumbawanews.com,- Pelatih ganda campuran Nova Widianto kembali memimpin sektor tersebut di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, pada 10 September 2026, setelah menyelesaikan masa tugasnya di timnas Malaysia (2022–2026). Dengan misi mengembalikan kepercayaan diri atlet dan membangun ulang sistem permainan dari dasar, Nova menekankan bahwa semua proses harus dimulai dari nol untuk membangkitkan kejayaan ganda campuran Indonesia di kancah internasional.
Nova, yang berusia 48 tahun, langsung mengambil langkah strategis dengan merombak susunan pasangan. PBSI resmi mengumumkan tiga pasangan baru: Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, dan M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil. Sebelumnya, pasangan Nikolaus Joaquin dan Siti Fadia Silva Ramadhanti juga pernah dipasangkan khusus untuk Asian Games 2026. Di antara pasangan baru, Dejan/Felisha langsung menunjukkan progres dengan meraih gelar juara di Pontianak International Challenge 2026 awal September. Sementara itu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyumbang medali perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2026, menjadi bukti awal bahwa perubahan mulai membuahkan hasil.
Nova menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya pada kemenangan jangka pendek, tetapi membangun fondasi jangka panjang menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles. Ia meyakini dua tahun ke depan cukup untuk mengasah pasangan-pasangan muda, mulai dari turnamen level International Challenge, lalu naik bertahap ke kelas Super 750 hingga Super 1000. “Kami harus pikirkan Road to Olympic. Kalau terlambat mencari pasangan, tidak bisa bersaing di level atas,” ujarnya. Ia juga terus memantau perkembangan pasangan lain yang belum masuk jajaran utama, menekankan bahwa proses seleksi masih berjalan dinamis.
Dengan strategi jelas dan semangat membangun kembali kepercayaan, Nova Widianto kini menjadi sosok kunci dalam upaya mengembalikan Indonesia sebagai kekuatan dominan di sektor ganda campuran dunia.















