Sumbawanews.com,- Real Madrid akan menjamu Inter Milan pada matchday pertama Liga Champions, Rabu (9/9) dini hari WIB, di Santiago Bernabéu, dalam laga yang mempertemukan dua raksasa Eropa dengan sejarah saling menghormati dan bersaing ketat. Kedua tim telah bertemu 19 kali di semua kompetisi, dengan Real Madrid unggul 10 kemenangan, sementara Inter Milan menang tujuh kali dan dua laga berakhir imbang. Di kandang Madrid, Inter hanya mampu menang sekali dalam delapan pertemuan terakhir, namun justru di stadion yang sama, Inter pernah meraih trofi Liga Champions ketiga mereka pada 2010, di bawah asuhan Jose Mourinho — kini pelatih Real Madrid. Real Madrid belum pernah bermain imbang 0-0 dalam 67 laga fase grup terakhir, terakhir kali saat melawan PSG pada Oktober 2015, sementara Inter Milan tidak pernah bermain seri dalam 15 penampilan terakhir mereka di fase grup Liga Champions.
Duel ini bukan sekadar pembuka grup, tapi pertemuan antara dua entitas yang memahami makna kejayaan Eropa. Real Madrid, dengan 15 gelar Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah, kembali menatap ajang ini sebagai panggung untuk kembali ke puncak setelah dua musim terakhir gagal menembus fase gugur. Sementara Inter Milan, yang dua kali finis sebagai runner-up dalam lima musim terakhir, datang dengan tekad membuktikan bahwa mereka masih menjadi kekuatan konsisten di level tertinggi. Kemenangan di kandang Madrid menjadi kunci strategis bagi Inter, mengingat catatan mereka yang minim di Santiago Bernabéu — hanya satu kekalahan dari delapan pertandingan terakhir. Namun, kenangan manis 2010 tetap menggantung sebagai simbol bahwa keajaiban bisa terulang di tanah musuh.
Dengan pola permainan yang saling menantang — Madrid yang mengandalkan dominasi dan ketajaman di depan, Inter yang tangguh di pertahanan dan efisien dalam serangan balik — laga ini diprediksi bakal menjadi tontonan teknis dan emosional. Tidak ada hasil imbang dalam 15 laga terakhir Inter di fase grup, dan Madrid pun belum pernah bermain 0-0 selama hampir sembilan tahun. Keduanya datang dengan tekad untuk memulai perjalanan mereka di Liga Champions dengan kemenangan, bukan hanya demi poin, tapi demi harga diri sebagai legenda Eropa.















