Sumbawanews.com,- Jose Mourinho kembali menangani Real Madrid dengan keyakinan bahwa masa lalunya di Santiago Bernabéu tidak menciptakan beban untuk meraih Liga Champions. Pelatih asal Portugal itu kembali ke klub raksasa Spanyol pada musim 2026/2027, setelah sebelumnya menangani tim dari 2010 hingga 2013, ketika Madrid memenangi LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol, tetapi gagal melangkah ke final Liga Champions, selalu tersingkir di semifinal. Meski Madrid terakhir juara kompetisi ini pada musim 2023/2024, mereka gagal melangkah melewati babak delapan besar dalam dua musim berikutnya, memicu ekspektasi tinggi terhadap kehadiran Mourinho yang kedua. Namun, Mourinho menegaskan, “Tidak, itu dua periode yang berbeda. Ketika saya pergi di 2013, kami memenangi apa yang kami menangi dan kehilangan apa yang hilang, dan kami sudah memberikan segala-galanya.”
Mourinho menekankan bahwa tanggung jawabnya saat ini tidak terikat pada sejarah. “Apa yang perlu saya lakukan sekarang tidak ada hubungannya dengan masa lalu,” tegasnya. Ia juga menyoroti kemajuan klub sejak masa pertamanya: “Di 2010, kami bahkan tidak mencapai perempatfinal Liga Champions. Sekarang, kami memenangi enam Liga Champions dalam waktu kurang dari satu dekade.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia melihat keberhasilan Madrid saat ini sebagai hasil dari perkembangan berkelanjutan, bukan sebagai utang yang harus dilunasi.
Real Madrid akan segera menghadapi ujian pertama di bawah kepemimpinan Mourinho di Liga Champions: laga tandang melawan Inter Milan, juara bertahan Serie A, pada Rabu (9/9) dinihari WIB. Pertandingan ini menjadi laga pembuka Grup D dan menjadi momen penting untuk mengukur sejauh mana tim asuhan Mourinho siap bersaing di panggung Eropa.















