Home Serba Serbi Tekno Pantau Pergerakan Abu Anak Krakatau Lewat Aplikasi, BMKG Imbau Gunakan MAGMA Indonesia

Pantau Pergerakan Abu Anak Krakatau Lewat Aplikasi, BMKG Imbau Gunakan MAGMA Indonesia

Sumbawanews.com,- Pada Minggu, 6 September 2026, letusan Gunung Anak Krakatau berada di Level Siaga, mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat memantau aktivitas erupsi melalui informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, dan aplikasi MAGMA Indonesia. Melalui situs MAGMA Indonesia, pengguna dapat melihat peta real-time dengan ikon gunung berwarna hijau (normal), kuning (waspada), dan oranye (siaga), serta memantau gerakan tanah dan gempa bumi. Badan Geologi menegaskan bahwa ikon gunung dengan asap di atasnya tidak selalu menandakan erupsi, melainkan hanya indikator status aktivitas berdasarkan analisis resmi.

Abu vulkanik dari letusan tersebut menyebar hingga Selat Sunda, Banten, dan Jakarta. Untuk memantau kualitas udara, Google Maps menyediakan fitur deteksi kualitas udara di wilayah Jawa, dengan indikator warna dari hijau (baik) hingga hitam (indeks 300–400+). Pengguna cukup membuka aplikasi, mengetuk ikon “+” di kanan atas, lalu memilih opsi “Kualitas Udara” untuk melihat indeks di lokasi tertentu.

Di sisi lain, industri smartphone mengalami lonjakan harga akibat kelangkaan chip memori global yang berlangsung sepanjang 2026. Produsen memori mengalihkan produksi DRAM dan NAND ke high-bandwidth memory (HBM) untuk memenuhi kebutuhan pusat data kecerdasan buatan, menyebabkan biaya memori melonjak hingga 300 persen secara tahunan pada kuartal II-2026. Pertumbuhan pasokan DRAM dan NAND tertekan di bawah 17 persen, jauh di bawah tren normal 20–30 persen, dan lembaga riset memproyeksikan pengiriman smartphone global tahun ini anjlok hingga 16,7 persen—penurunan tahunan terdalam yang pernah tercatat.

Previous articleManchester United Imbang 2-2 Lawan Everton, Gol Ainsley Maitland-Niles Buat Harapan Poin Penuh Sirna
Next articleIndonesia Hentikan Mimpi Australia Bertahan di Piala Asia U-20