Sumbawanews.com,- Sejumlah petugas sibuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Pos Pemantauan Gunung Api di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu, 6 September 2026, menyusul erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam. Petugas menggunakan seismograf untuk merekam kegempaan dan melakukan pengamatan visual langsung, sementara Gubernur Banten Andra Soni turut mengamati aktivitas gunung melalui teleskop. Data hasil pemantauan menjadi dasar penilaian perkembangan vulkanik, dan hingga kini, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM masih menetapkan status gunung pada Level III atau Siaga.
Sebaran abu vulkanik mencapai wilayah Jakarta, Depok, Bogor, dan sekitarnya, memicu peningkatan permintaan masker di sejumlah lokasi, termasuk Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan. Warga berbondong-bondong membeli masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan debu vulkanik yang membuat mata perih dan udara terasa kering. Kualitas udara di Jakarta tercatat mencapai 109 AQI US pada pukul 07.00–08.00 WIB, mendorong sejumlah warga tetap berolahraga di Car Free Day dengan mengenakan masker.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara dari pukul 01.30 hingga 05.30 WIB akibat indikasi abu vulkanik di area bandara, berdasarkan NOTAM A3341/26 setelah hasil paper test mendeteksi partikel vulkanik. Sebanyak 33 penerbangan terdampak, terdiri dari 16 pembatalan, tujuh penundaan, lima penjadwalan ulang penerbangan internasional, serta empat pembatalan dan satu pengalihan penerbangan domestik. InJourney Airports mengaktifkan layanan penanganan penumpang, termasuk penyediaan makanan, transportasi ke hotel, dan area khusus di terminal. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.















