Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia U-20 memastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah menang 2-0 atas Australia U-20 pada laga pamungkas Grup H Kualifikasi, Minggu (6/9/2026) sore WIB, di New Laos National Stadium, Vientiane. Gol pertama dicetak Theo Leeming pada menit ke-28 setelah menerima umpan Muhamad Zahaby Gholy, sementara gol kedua dilesakkan Amar Rayhan Brkic pada menit ke-90+2 lewat umpan Muhammad Isfandyar Abdillah. Kemenangan ini mengantarkan Indonesia menjadi pemuncak Grup H, terlepas dari hasil laga Malaysia U-20 melawan Laos U-20 yang masih berlangsung.
Theo Leeming dan Zahaby Gholy, keduanya pemain Persija yang sedang dipinjamkan—Leeming ke Persis Solo dan Zahaby ke Adhyaksa FC Bekasi—menjadi kunci serangan tim asuhan Nova Arianto. Australia sempat mendapat peluang emas pada menit ke-38 lewat Arthur Oliveira De Lima, namun tembakannya melenceng. Di babak kedua, tim Australia menekan habis-habisan, tetapi lini belakang Indonesia yang dipimpin I Putu Panji Apriawan mampu bertahan kokoh, menghalau semua serangan lawan.
Gol kedua Indonesia yang dicetak Amar Rayhan Brkic di penghujung laga memperkuat dominasi tim Garuda Muda di pertandingan ini. Hasil ini membuat Indonesia unggul atas Australia dalam head-to-head dan memperbesar peluang lolos meskipun perhitungan poin akhir masih menunggu hasil pertandingan Malaysia vs Laos, karena skor melawan tim peringkat keempat tidak dihitung dalam sistem klasemen.
Susunan pemain Indonesia diisi oleh Dafa Al Gasemi Setiawarman di gawang, dengan jajaran belakang terdiri dari Muhamad Ibrah Ardiansyah, I Putu Panji Apriawan, Arkhan Kaka Putra Purwanto, dan Muhamad Zahaby Gholy. Di lini tengah, Theo Evan Leeming dan Welberlieskott De Halim Jardim menjadi penghubung, sementara lini depan diisi oleh Aleandro Alan Maulana, Muhamad Al Gazani Dwi Sugandi, dan Amar Rayhan Brkic. Di bangku cadangan, Muhammad Isfandyar Abdillah yang memberikan assist gol kedua turun di menit-menit akhir.
Sementara itu, Australia U-20 yang dilatih Trevor Brian Morgan tampil dengan formasi lengkap, termasuk Arthur Oliveira De Lima dan Jasper Thomas Macintosh Chipman di lini depan, namun gagal memanfaatkan peluang emas dan kehilangan fokus di akhir laga. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi sepak bola muda Indonesia, sekaligus tonggak awal ambisi meraih prestasi di kancah Asia.















