Sumbawanews.com,- Persib Bandung menghadapi laga pembuka Super League 2026/2027 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 6 September 2026, pukul 19.00 WIB, dengan misi jelas: meraih tiga poin demi mempertahankan dominasi sebagai juara bertahan. Kapten tim Marc Klok menegaskan, kemenangan di laga perdana bukan sekadar formalitas, tapi momentum krusial untuk membangun kepercayaan diri tim di bawah arahan pelatih baru Igor Tolic, sekaligus menjawab antusiasme Bobotoh yang rindu menyaksikan tim kesayangan bertanding secara resmi.
Meski membawa reputasi sebagai juara tiga musim berturut-turut, Persib tak bisa mengandalkan gelar lalu. Perubahan komposisi pemain dan kedatangan Tolic yang baru saja bergabung membuat tim masih dalam proses menemukan identitas permainan. Klok menekankan bahwa kemenangan di kandang sendiri menjadi target mutlak, bukan hanya untuk memulai musim dengan positif, tapi juga sebagai bentuk penghargaan kepada para pendukung yang setia menanti. “Besok adalah hari kita harus punya tiga poin di kandang sendiri,” tegasnya.
PSM Makassar, yang kini dibina oleh Darije Kalezic, bukan lawan yang bisa diremehkan. Meski tengah membangun kembali tim setelah sejumlah pergantian pemain, Juku Eja datang dengan fondasi taktis yang kuat. Kalezic, yang sebelumnya pernah melatih Klok saat bersama PSM pada 2019, dikenal memiliki filosofi permainan agresif saat kehilangan bola—sebuah gaya yang masih diingat Klok sebagai bagian dari kesuksesan mereka meraih Piala Indonesia tahun itu. Namun, Klok menekankan bahwa tim PSM saat ini berbeda, karena proses rekonstruksi skuad masih berjalan.
Igor Tolic pun memperingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan lawan. Ia mengakui kualitas pemain baru PSM dan pengalaman Kalezic sebagai faktor yang patut diwaspadai. “Beberapa pemain baru Makassar bagus, pelatihnya juga bagus,” ujar Tolic. Kalezic sendiri menyebut laga ini sebagai ujian pertama atas tujuh pekan persiapan intensif yang telah mereka lakukan. “Kami sangat menantikan laga ini. Ini adalah ujian sesungguhnya dari apa yang kami coba bangun,” katanya.
Dengan Persib yang ingin mempertahankan kejayaan dan PSM yang berambisi membangun fondasi baru, pertandingan di GBLA menjadi laga simbolis: antara pengalaman dan proyek masa depan, antara harapan dan rekonstruksi. Atmosfer kandang yang diprediksi membara akan menjadi faktor penentu, bukan hanya bagi Persib, tapi juga bagi PSM yang siap membuktikan bahwa perubahan mereka bukan sekadar wacana.















