Home Berita Olah Raga Amorim Tegaskan Milan Tak Butuh Ledeckan Chivu untuk Motivasi

Amorim Tegaskan Milan Tak Butuh Ledeckan Chivu untuk Motivasi

Sumbawanews.com,- Ruben Amorim memimpin AC Milan bertandang ke Juventus pada Senin, 7 September 2026, dinihari WIB, dalam laga lanjutan Liga Italia 2026/2027, sambil menolak keras komentar Cristian Chivu yang merendahkan posisi kedua klub itu setelah finis di luar empat besar pada musim lalu. Chivu, pelatih Inter Milan, sempat mempertanyakan relevansi duel antara Milan dan Juventus dengan menyebut keduanya gagal masuk empat besar pada musim 2025/2026, padahal Milan finis kelima dan Juventus lebih rendah lagi, sementara Inter menjadi juara dengan keunggulan hampir 20 poin. Amorim menegaskan bahwa motivasi timnya bukan berasal dari ucapan lawan, melainkan dari sejarah besar klub yang belum terwujud dalam dua dekade terakhir: tujuh trofi Liga Champions, tapi tanpa gelar Coppa Italia selama 20 tahun dan hanya dua Scudetto. “Jika kami butuh komentar Chivu untuk menang, maka ada yang salah dengan kami,” tegasnya. “Kami tidak peduli dengan omongannya. Kami tahu pekerjaan besar yang masih menanti.”

Amorim menekankan bahwa fokusnya hanya pada pertandingan melawan Juventus, bukan pada perdebatan statistik atau pernyataan emosional dari pelatih rival. Ia menyadari bahwa fans mungkin kesulitan menerima kenyataan bahwa Milan belum kembali ke puncak, tetapi ia menilai kejujuran itu penting: “Kami harus mengakui bahwa masih banyak yang harus diperbaiki.” Ia menolak menjadikan komentar Chivu sebagai bahan bakar semangat, karena menurutnya, sejarah Milan sendiri—dengan segala kejayaan dan kegagalan—sudah cukup menjadi pengingat akan tanggung jawab yang diemban tim ini. Laga ini bukan sekadar duel antar raksasa, tapi juga ujian nyata bagi Amorim untuk membuktikan bahwa Milan bisa kembali menjadi kekuatan yang ditakuti, tanpa perlu mengandalkan kata-kata dari luar.

Dengan start musim yang masih terbuka, Milan berharap bisa meraih kemenangan pertama di Turin sejak lama, sementara Juventus berusaha mempertahankan performa awal yang solid. Namun, bagi Amorim, hasil pertandingan bukan sekadar soal poin, tapi soal kembali menemukan jati diri klub yang pernah mendominasi Eropa.

Previous articleLiga Belanda Terhenti karena Kerusuhan Suporter, Go Ahead Eagles Unggul 3-0
Next articleAustralia Lawan Indonesia U-20, Duel Penentu Lolos ke Piala Asia 2027