Sumbawanews.com,- Joshua Zirkzee semakin terpinggirkan di Manchester United setelah tidak masuk rencana utama pelatih Michael Carrick di awal musim 2026/2027. Penyerang asal Belanda itu hanya bermain 127 menit sejak Carrick mengambil alih tim, dan tidak diturunkan dalam dua laga pertama Premier League musim ini. Meski masuk daftar jual klub untuk membuka ruang finansial, upaya melepasnya terhambat karena Zirkzee menolak tawaran dari Fiorentina—meski klub Serie A itu bersedia memenuhi harga yang diminta United—dan Juventus, yang sempat tertarik, kini telah menutup kebutuhan lini depan dengan mendatangkan Nick Woltemade dari Newcastle.
Posisinya di lini depan semakin sulit akibat ketatnya persaingan dengan Matheus Cunha, Marcus Rashford, Benjamin Šeško, dan Bryan Mbeumo. Kondisi ini bukan hal baru bagi Zirkzee; ia juga jarang menjadi pilihan utama di masa kepelatihan Ruben Amorim, dan kepergiannya sudah pernah dibahas pada bursa transfer musim panas sebelumnya. Kini, dengan Deadline Day semakin dekat, Manchester United butuh dana untuk memperkuat posisi bek kiri—terutama mengingat Luke Shaw satu-satunya opsi alami di sana—namun target seperti Lewis Hall dan Alejandro Balde terlalu mahal. Penjualan Zirkzee menjadi solusi realistis, tetapi keputusan pribadinya untuk menolak Fiorentina membuat peluang pindahnya hampir tertutup.
Sebelumnya, Zirkzee pernah mencatatkan gol untuk United dalam kemenangan 1-1 melawan Wolves pada laga Liga Primer Inggris, mencetak gol pembuka pada menit ke-27 sebelum Ladislav Krejci menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-45. Namun, performa individu itu tak lagi cukup untuk menjamin tempatnya di skuad utama. Dengan segala keterbatasan finansial dan ketiadaan minat klub lain yang serius, masa depan Zirkzee di Old Trafford kini berada di ambang kepastian yang suram.















