Home Berita Olah Raga APPI Tegaskan Tunggakan Gaji Pemain Harus Selesai Sebelum Super League 2026/2027 Dimulai

APPI Tegaskan Tunggakan Gaji Pemain Harus Selesai Sebelum Super League 2026/2027 Dimulai

Sumbawanews.com,- Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mendesak seluruh klub peserta kompetisi segera menyelesaikan tunggakan gaji pemain sebelum musim Super League 2026/2027 dimulai. Legal Officer APPI, Muhammad Agus Riza Hufaida, menegaskan bahwa masalah pembayaran gaji yang masih berlanjut hingga kini merupakan hambatan serius bagi upaya peningkatan kualitas sepak bola profesional di Indonesia. Dari 28 klub yang tercatat memiliki tunggakan, 303 pemain terdampak dengan total nilai mencapai Rp14 miliar, termasuk di antaranya PSM Makassar yang akan tampil di Super League musim depan.

Agus menekankan bahwa persoalan ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak lama, terutama di kasta tertinggi yang kini bernama Super League. Ia mencontohkan kasus PSBS Biak pada musim lalu yang terpaksa turun kasta ke Championship 2026/2027 akibat tunggakan gaji yang tak terselesaikan. Menurutnya, klub-klub memiliki waktu cukup untuk memperbaiki kondisi keuangan setelah musim sebelumnya berakhir, sehingga tidak ada alasan untuk membawa masalah ini ke kompetisi berikutnya. Tunggakan gaji bukan sekadar masalah administratif, tetapi berdampak langsung pada performa tim di lapangan dan integritas kompetisi.

Data APPI mencatat bahwa 28 klub yang terlibat dalam kasus ini berasal dari berbagai level kompetisi, mulai dari Super League hingga Liga 4. Selain PSM Makassar, daftar klub yang masih memiliki tunggakan antara lain Semen Padang, PSMS Medan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, RANS FC, Sriwijaya FC, Persikota Tangerang, Persinab Sang Maestro, Persipa Pati, Persitara Jakarta Utara, Persibo Bojonegoro, Persekat Tegal, Persiwa Wamena, Persid Jember, PS Siak, Bantul United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Kalteng Putra, Pakuan City FC, Persewar Waropen, Persikab Kabupaten Bandung, PSGJ Cirebon, Persikabo 1973, dan Waanal Brothers FC. Semua kasus ini mencakup laporan resmi hingga yang telah mendapat putusan dari National Dispute Resolution Chamber (NDRC).

APPI menegaskan, tanpa penyelesaian tuntas terhadap tunggakan gaji, upaya sepak bola Indonesia untuk “naik kelas” akan tetap terhambat. Mereka berharap seluruh klub segera berbenah dan menyelesaikan kewajiban finansialnya sebelum laga resmi musim 2026/2027 dimulai.

Previous articleJoshua Zirkzee Terjebak di Manchester United, Transfer Gagal Karena Penolakan Pribadi
Next articleIndonesia U-20 Tertinggal di Perburuan Runner-Up Terbaik Kualifikasi Piala Asia U-20 2027