Sumbawanews.com,- Pada bulan Agustus, Timnas Indonesia kelompok usia mencatatkan tiga momen bersejarah di ajang Piala AFF, dua di antaranya berbuah gelar juara dan satu menjadi runner-up, semua terjadi tepat bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada 11 Agustus 2018, Timnas Indonesia U-16 di bawah asuhan Fakhri Husaini menjuarai Piala AFF U-16 setelah mengalahkan Thailand 5-4 lewat adu penalti dalam final yang berakhir imbang 0-0 hingga waktu normal. Empat tahun kemudian, pada 12 Agustus 2022, skuad Garuda Asia yang dilatih Bima Sakti kembali mengangkat trofi setelah menaklukkan Vietnam 1-0 di final. Pada 17 Agustus 2023, bertepatan dengan HUT Kemerdekaan ke-78, Timnas Indonesia U-23 di bawah Shin Tae-yong mencapai final Piala AFF U-23, namun harus menyerah 5-6 dalam adu penalti setelah bermain imbang 0-0 melawan Vietnam, dan finis sebagai runner-up.
Ketiga pencapaian ini menjadi simbol kebanggaan sepak bola muda Indonesia di bulan kemerdekaan. Pada 2018, gelar pertama Indonesia di Piala AFF U-16 menjadi kado manis menjelang 17 Agustus. Pada 2022, keberhasilan mengulang trofi dengan catatan 15 gol dicetak dan hanya dua kali kebobolan menunjukkan dominasi tim asuhan Bima Sakti. Sementara pada 2023, meski gagal meraih juara, keberanian Garuda Muda melangkah hingga final di hari kemerdekaan menjadi bukti ketangguhan generasi muda di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Dua trofi Piala AFF U-16 dan satu gelar runner-up Piala AFF U-23 menjadikan Agustus sebagai bulan yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola muda Indonesia. Setiap kali bulan kemerdekaan tiba, perjuangan para pemain muda di lapangan hijau kembali mengingatkan bahwa sepak bola bukan hanya soal skor, tapi juga tentang kebanggaan yang diberikan kepada bangsa.















