Sumbawanews.com,- Menjelang tutupnya bursa transfer musim panas 2026 pada 1 September, Liverpool menghadapi dilema serius dalam menyusun skuad utama. Klub berjuluk The Reds kini memiliki 31 pemain senior yang harus didaftarkan, jauh melebihi batas maksimal 25 pemain yang diizinkan oleh Liga Inggris. Untuk memenuhi regulasi, mereka dipaksa melepas hingga sembilan pemain sebelum bisa merekrut tambahan. Hingga kini, Liverpool hanya berhasil mendatangkan dua pemain: winger Victor Munoz dari Osasuna dan bek Ronald Araujo dari Barcelona, yang bergabung dengan status pinjaman. Sementara itu, tiga pilar utama—Mohamed Salah, Ibrahima Konate, dan Andrew Robertson—telah hengkang secara gratis usai musim lalu, memperdalam kekosongan di lini pertahanan dan serangan.
Krisis ini diperparah oleh batas ketat pemain non-homegrown. Kedatangan Araujo membuat Liverpool mencapai batas maksimal 17 pemain non-lokal dalam skuad 25 orang. Di level Eropa, masalah semakin rumit karena Liga Champions 2026-2027 memperbolehkan hingga 33 pemain, namun dengan syarat ketat untuk List B. Pemain seperti Jeremy Jacquet dan Giovanni Leoni wajib didaftarkan karena tidak memenuhi kriteria usia dan masa bakti. UEFA mensyaratkan pemain List B harus lahir pada atau setelah 1 Januari 2005 serta telah membela klub selama dua tahun berturut-turut sejak usia 15 tahun, atau tiga tahun berturut-turut termasuk masa pinjaman satu tahun.
Meski pemilik klub baru-baru ini menjual 30% saham kepada konsorsium Jeff Bezos, tak ada indikasi dana baru akan langsung digunakan untuk memperkuat skuad. Liverpool kini terjebak dalam dilema: melepas pemain penting demi kepatuhan regulasi, atau menghadapi sanksi karena melanggar batas pendaftaran. Prediksi dari berbagai analis menyebut The Reds akan fokus pada pemain muda lokal dan pemain yang bisa memenuhi syarat List B, sementara nama-nama seperti Araujo—meski berkelas—hanya solusi jangka pendek. Dengan waktu tinggal kurang dari sebulan, tekanan untuk memangkas skuad semakin menggila.















