Home Berita Nasional Armada Udara Dikerahkan untuk Bantu Distribusi Bantuan Gempa NTT

Armada Udara Dikerahkan untuk Bantu Distribusi Bantuan Gempa NTT

Sumbawanews.com,- Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, memicu respons darurat nasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka posko pendamping nasional di Labuan Bajo dan posko taktis lapangan di Maumere, sambil mengaktifkan pusat informasi di Kantor Bupati Manggarai Barat. Untuk mempercepat penyaluran bantuan di wilayah terpencil yang akses daratnya terganggu, pemerintah menyiagakan sejumlah armada udara di kedua lokasi tersebut.

Di Labuan Bajo, tersedia satu helikopter Caracal dari TNI Angkatan Udara, satu heli Bell 412 dari TNI Angkatan Darat, satu heli dari BNPB, serta dua pesawat Caravan masing-masing dari Kementerian Perhubungan dan BNPB. Sementara di Maumere, pemerintah menyiagakan satu heli Bell 412 dari TNI AD, satu helikopter dari TNI AL, dua heli Bell dari Kementerian Perhubungan, dan satu pesawat Caravan dari BNPB. Semua pesawat siap digunakan untuk mobilisasi personel dan distribusi logistik jika diperlukan.

Hingga Minggu sore, 16 Agustus 2026, BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia akibat gempa. Korban tersebar di enam kabupaten: satu jiwa di Manggarai Barat, 20 jiwa di Manggarai Timur, 25 jiwa di Manggarai, satu jiwa di Nagekeo, empat jiwa di Sikka, dan dua jiwa di Ende. Sebanyak 105 orang lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat, dengan rincian luka berat dan ringan di masing-masing wilayah. Hingga kini, belum ada laporan orang hilang yang diterima Basarnas, meskipun tim pencarian tetap dikerahkan di tujuh kabupaten terdampak untuk antisipasi.

Previous articleManchester United Kalah 2-4 dari AC Milan, Carrick: Kami Kecewa, Tapi Siap Hadapi Liga
Next articleAston Villa Sepakat Datangkan Zion Suzuki, Masa Depan Martinez Makin Tergantung