Sumbawanews.com,- Utusan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), Nickolay Mladenov, menyatakan bahwa tujuan utama rencana perdamaian yang diusulkan adalah mencegah terulangnya serangan yang terjadi pada 7 Oktober 2023, tanpa menyebut tindakan militer Israel sebagai genosida di Gaza. Dalam wawancara dengan Channel 12, Mladenov menekankan bahwa pelaksanaan penuh rencana tersebut menjadi satu-satunya jaminan agar Israel tidak lagi menghadapi serangan dari pejuang Palestina.
Mladenov menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan menarik diri dari Gaza sebelum seluruh senjata Hamas dinonaktifkan secara total. Ia menjelaskan bahwa penarikan akan dilakukan secara bertahap, sektor demi sektor, setelah senjata-senjata itu diverifikasi dan diserahkan kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza serta Dewan Perdamaian. Ia juga menyatakan bahwa pasukan Israel hanya boleh menembak jika menghadapi ancaman nyata, meski tidak menjelaskan bagaimana kriteria “ancaman nyata” ditetapkan dalam konteks serangan terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Rencana yang diusulkan pada 30 Juli itu, yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai langkah “bersejarah”, mencakup pelucutan senjata Hamas bersamaan dengan penarikan militer Israel. Namun, Mladenov tidak menyentuh sama sekali tuduhan kekejaman atau pelanggaran hukum humaniter yang dilakukan oleh pasukan Israel. Ia juga menegaskan bahwa proses perdamaian akan berhenti jika Hamas gagal memenuhi komitmennya, tanpa memberikan mekanisme serupa untuk mengevaluasi tindakan Israel.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa opsi yang ditawarkan BoP adalah satu-satunya jalan ke depan untuk menjamin tragedi 7 Oktober tidak terulang.















