Sumbawanews.com,- Eks pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menjelaskan secara terbuka penyebab sengketa gaji yang berujung pada sanksi FIFA terhadap Maung Bandung, setelah manajemen klub gagal memenuhi komitmen pembayaran yang disepakati pada Januari 2025. Dalam video klarifikasi yang dirilis Rabu (12/8), Alberts menegaskan bahwa ia tidak pernah dipecat, melainkan mengundurkan diri dari jabatannya pada 2021, dengan kontrak yang masih berlaku hingga Mei 2025. Setelah pergantian manajemen, ia berulang kali bernegosiasi dengan Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan, hingga mencapai kesepakatan cicilan pembayaran dari Maret hingga Desember 2025, dengan kompromi jumlah yang lebih rendah dari kontrak awal demi membantu klub. Namun, karena pembayaran tidak terealisasi sepenuhnya, Alberts terpaksa membawa kasus ini ke FIFA, yang kemudian memutuskan Persib wajib melunasi utang tersebut. Sanksi pendaftaran pemain pun diberlakukan, baru dicabut setelah Persib melunasi seluruh kewajiban secara penuh pada hari sebelum pengumuman ini.
Alberts menekankan bahwa ia tidak pernah diam karena enggan memperkeruh suasana, melainkan karena berharap masalah bisa diselesaikan secara internal. Ia menolak tudingan bahwa ia menjadi penyebab masalah atau bahwa Persib tidak mengetahui kewajibannya, karena pertemuan resmi dan kesepakatan tertulis telah terjadi pada Januari 2025. “Ini bukan klaim pribadi, tapi proses resmi FIFA yang didukung bukti-bukti konkret,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pembayaran sebagian yang dilakukan Persib setelah sanksi diberikan tidak menyelesaikan seluruh kewajiban, karena masih ada bulan-bulan yang belum dibayar hingga Desember 2025. Kini, setelah pembayaran penuh dilakukan kemarin, Alberts telah menginformasikan pencabutan sanksi kepada FIFA dan menyatakan bahwa masalah ini telah selesai. “Saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi,” katanya, sebelum menutup pernyataannya dengan ucapan khas: “Bagussssss.”















