Sumbawanews.com,- Pada 15 Agustus 2026, di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Islam Makhachev akan menghadapi Ian Garry dalam laga UFC 330 yang menjadi titik balik karier keduanya. Makhachev, petarung asal Dagestan yang kini memegang gelar juara kelas welter UFC, bertekad membungkam tantangan Garry sekaligus mempertahankan rekor 16 kemenangan beruntun yang menyamai catatan legenda Anderson Silva. Jika menang, ia akan menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang meraih 17 kemenangan berturut-turut.
Makhachev tak hanya menantang Garry di atas ring, tapi juga di ruang publik. Dalam episode perdana UFC Embedded menjelang laga, ia secara tegas menyatakan bahwa Garry bertingkah seperti “orang jahat” dan meminta sang lawan mengurangi intensitas wawancara yang menuai kontroversi. “Saya tahu dia orang yang rendah hati, tapi kalau tidak, saya akan membuatnya rendah hati,” ujar Makhachev. “Saya akan mencoba mengikutinya, menangkapnya, dan melumpuhkannya. Kita akan membuatnya bersikap hormat.”
Ketegangan ini bermula dari pernyataan Garry yang menyatakan ingin “melubangi kepala” Makhachev, sebuah komentar yang langsung memicu respons keras dari sang juara. Makhachev, yang sebelumnya mendominasi kelas ringan, berhasil naik kelas ke welter dan merebut sabuk juara dengan mengalahkan Jack Della Maddalena—menunjukkan kemampuannya di dua kelas berbeda.
Laga ini bukan sekadar pertarungan fisik, tapi juga ujian mental dan reputasi. Bagi Makhachev, kemenangan berarti melampaui legenda Brasil dan memperkuat statusnya sebagai salah satu petarung terhebat sepanjang masa. Bagi Garry, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan diri sebagai ancaman nyata di puncak kelas welter. Semua mata dunia MMA akan tertuju pada Philadelphia, saat dua petarung dengan gaya berbeda—satu penuh ketenangan, satu penuh provokasi—bertemu dalam pertarungan yang menentukan sejarah.















