Home Berita Olah Raga Justin Hubner Jadi Sasaran Rasisme Usai Timnas Indonesia Kalah dari Vietnam

Justin Hubner Jadi Sasaran Rasisme Usai Timnas Indonesia Kalah dari Vietnam

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia tersingkir lebih awal dari Piala AFF 2026 setelah dikalahkan Vietnam 0-3 di fase grup, menyusul hasil imbang 1-1 melawan Singapura yang membuat mereka finis di peringkat ketiga Grup A. Kekalahan itu memicu gelombang kemarahan di media sosial, yang berubah menjadi serangan rasisme terhadap bek Justin Hubner—pemain yang tidak turun bermain dalam laga tersebut namun menjadi sasaran utama amukan suporter Vietnam. Melalui Instagram Stories, Hubner membagikan tangkapan layar pesan langsung berisi ujaran kebencian yang menyerang kehidupan pribadinya, termasuk istri dan putrinya, dengan komentar rasis yang tak berbatas. Sindiran awalnya bermula dari pernyataan Hubner yang menyebut kemenangan Vietnam diraih di turnamen non-FIFA, yang kemudian memicu respons agresif dari pemain Vietnam, termasuk naturalisasi Hendrio Araujo, dan memperdalam ketegangan antarpendukung kedua negara.

Meski tidak tampil dalam tiga laga Grup A, Hubner tetap masuk dalam daftar 26 pemain yang didaftarkan Timnas Indonesia, membuatnya menjadi target utama di dunia maya. Serangan rasisme yang ia alami menuai kecaman luas dari komunitas sepak bola Indonesia, yang menilai tindakan tersebut melampaui batas sportivitas dan kemanusiaan. Di tengah badai ini, Hubner fokus pada masa depan: FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen resmi FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober mendatang. Berbeda dengan Piala AFF, ajang ini mewajibkan klub-klub Eropa melepas pemainnya, sehingga Timnas Indonesia diprediksi akan tampil dengan kekuatan penuh—termasuk diperkuat para diaspora seperti Hubner yang kini bermain di Fortuna Sittard, setelah menjalani laga 90 menit penuh dalam kemenangan 1-2 PSV Eindhoven pekan lalu.

Dengan peluang besar untuk membela Garuda di ajang bergengsi FIFA, Hubner kini menjadi simbol perlawanan terhadap kebencian yang mengancam sportivitas sepak bola. Ia bukan hanya menanti laga berikutnya, tapi juga menjadi suara bagi para pemain yang menjadi korban kebencian tak berdasar di balik layar.

Previous articleJawa Barat Dominasi IMC 2026 dengan 138 Medali, Jadikan Ajang Seleksi Atlet Internasional
Next articleTer Stegen Debut Cemerlang, Ajax Menang 2-0 atas PEC Zwolle