Sumbawanews.com,- Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menegaskan bahwa keunggulan Samsung di pasar ponsel lipat tak datang dari sekadar inovasi teknis, melainkan dari tujuh generasi pengembangan yang membangun pemahaman mendalam tentang kebutuhan pengguna. Sejak meluncurkan Galaxy Z Fold generasi pertama pada 2019, Samsung terus memperdalam desain, durabilitas engsel, kenyamanan ergonomis, dan integrasi software—termasuk AI dan keamanan kelas militer lewat Samsung Knox—yang tak bisa ditiru dalam waktu singkat.
Harry Lee menekankan bahwa kehadiran Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 pada 2026 menjadi bukti nyata dari kematangan ini. Galaxy Z Fold8, misalnya, menjadi varian paling ringan dalam sejarah seri Fold dengan bobot hanya 201 gram, menggabungkan rasio layar cover 4:3 dan layar utama 10:16 yang dirancang untuk kenyamanan harian. Ia menambahkan, persaingan ketat dari pemain baru justru mengonfirmasi visi Samsung yang telah menetapkan standar baru industri sejak tujuh tahun lalu.
Samsung juga memperkuat ekosistemnya dengan integrasi penuh terhadap perangkat wearable seperti Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9, menciptakan pengalaman terpadu yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat. Menurut Harry, bukan lagi soal siapa yang bisa membuat ponsel lipat, tapi siapa yang benar-benar memahami bagaimana pengguna hidup dengan perangkat itu.















