Sumbawanews.com,- Justin Hubner, bek Timnas Indonesia, membalas sindiran pemain Vietnam Nguyen Hai Long dengan membawa Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai menang 4-2 lewat adu penalti atas Thailand dalam final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026) malam. Pertandingan berakhir imbang 2-2 setelah waktu normal dan perpanjangan, namun Skuad Garuda tampil lebih tenang di titik penalti untuk merebut trofi perdana turnamen resmi FIFA tersebut.
Sindiran itu bermula dari insiden di laga Grup A Piala AFF 2026 pada 3 Agustus 2026, ketika Vietnam menang 3-0 atas Indonesia. Saat mencetak gol, Nguyen Hai Long memperlihatkan patch emas sebagai simbol juara bertahan Piala AFF — sebuah turnamen yang tidak diakui FIFA. Hubner, yang saat itu menjadi bagian dari tim yang kalah, menanggapi dengan kritik tajam di media sosial: “(Menang) dalam sebuah turnamen yang bukan ajang resmi FIFA. Kerja bagus, kami akan membalas kalian di pertandingan resmi. Selamat.” Hai Long membalas dengan pertanyaan “Siapa yang raja?” disertai emoji tertawa.
Kini, setelah memenangkan FIFA ASEAN Cup 2026 — kompetisi pertama di bawah naungan FIFA yang melibatkan negara-negara ASEAN — Hubner kembali mengunggah cerita di Instagram dengan kalimat: “Namun, siapakah raja yang sesungguhnya?” Tanpa menyebut nama, pesan itu jelas menjadi respons atas sikap Hai Long sembilan bulan lalu. Meski Indonesia dan Vietnam tidak bertemu langsung di turnamen ini — Vietnam gagal ke final dan kalah dari Malaysia di pertandingan perebutan tempat ketiga — kemenangan Indonesia atas Thailand di final menjadi pembalasan simbolis atas kekalahan di Piala AFF.
Sejak memperkuat Timnas Indonesia, Hubner belum pernah kalah dari Vietnam dalam pertandingan resmi. Kemenangan ini bukan hanya mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru di kancah sepak bola ASEAN, tetapi juga menutup babak dendam pribadi yang telah lama menggantung di antara dua pemain. Presiden FIFA mengapresiasi gelar ini sebagai momen bersejarah yang “akan dibicarakan hingga 100 tahun mendatang,” sementara Ketua PSSI Erick Thohir menyebutnya sebagai pelajaran penting menuju Piala Dunia.















