Sumbawa Barat, sumbawanews.com – Kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak yang berjalan kaki menuju sekolah semakin meningkat. Penyebabnya adalah masih beroperasinya bus dan mini bus jemputan karyawan yang melintasi gang-gang sempit permukiman setiap pagi, bertepatan dengan jam berangkat sekolah.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan para pelajar. Selain mengganggu aktivitas warga, keberadaan kendaraan berukuran besar di jalan lingkungan yang sempit meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi anak-anak yang setiap hari berjalan kaki menuju sekolah.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa gang permukiman bukanlah jalur yang dirancang untuk dilalui kendaraan besar. Ruang gerak yang terbatas membuat anak-anak rentan terserempet kendaraan, terlebih ketika bus harus berpapasan dengan pengguna jalan lain.
Orang tua juga menilai kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan. Mereka meminta agar perusahaan penyedia transportasi karyawan mengevaluasi sistem penjemputan dengan memindahkan titik kumpul ke jalan utama, sehingga bus tidak lagi memasuki kawasan permukiman.
Warga menegaskan bahwa efisiensi operasional perusahaan tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi pengguna jalan setiap pagi.
Mereka mendesak Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta pihak perusahaan untuk segera duduk bersama mencari solusi yang mengutamakan keselamatan. Salah satu usulan yang mengemuka adalah menetapkan titik jemput di jalan utama, melarang kendaraan besar memasuki gang permukiman, serta meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan terhadap pelanggaran yang terjadi.
Masyarakat berharap langkah nyata segera diambil sebelum terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Keselamatan anak-anak, menurut mereka, harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan oleh sistem transportasi yang dinilai belum memperhatikan aspek keamanan di lingkungan permukiman.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku setiap pagi merasa cemas saat mengantar anaknya ke sekolah.
“Kami sebagai orang tua selalu waswas. Gang ini sempit, sementara setiap pagi bus dan mini bus karyawan tetap masuk. Anak-anak yang berjalan kaki harus mengalah atau menepi. Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan perubahan.” Ucapnya khawatir beberepa waktu yang lalu.
Warga lainnya juga meminta agar perusahaan mengubah sistem penjemputan.”Kami tidak menolak keberadaan bus karyawan, tetapi titik jemput sebaiknya dipindahkan ke jalan utama. Gang permukiman bukan jalur kendaraan besar. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas.” Tutupnya..















