Home Berita Internasional Kabel Laut, Serangan Siber, dan Drone: Konfrontasi Rusia-NATO Meningkat

Kabel Laut, Serangan Siber, dan Drone: Konfrontasi Rusia-NATO Meningkat

Sumbawanews.com,- Rusia dan NATO memperdalam konfrontasi melalui serangan siber, sabotase kabel bawah laut, dan operasi drone, meski belum memicu perang terbuka. Badan intelijen AS, Inggris, Kanada, dan sembilan negara sekutu NATO menuduh kelompok peretas Laundry Bear, yang dikaitkan dengan pemerintah Rusia, melakukan spionase siber terhadap jaringan pemerintah dan komersial di Ukraina, Amerika Serikat, dan negara anggota NATO sejak Juli 2025. Operasi ini memanfaatkan celah keamanan pada perangkat lunak Zimbra, memungkinkan peretas mengakses data elektronik korban hanya dengan membuka email berbahaya tanpa klik atau unduhan. Pada hari yang sama, Uni Eropa mengesahkan sanksi ke-21 terhadap Rusia yang melarang 41 kapal tambahan dari armada bayangan memasuki pelabuhan Eropa, memblokir 33 lembaga keuangan Rusia, serta membatasi 14 platform aset kripto sebagai upaya memutus pendapatan energi Moskow dan menghindari sanksi Barat. Presiden Lithuania Gitanas Nausėda memperingatkan bahwa intelijen menunjukkan kemungkinan serangan kinetik terbatas Rusia terhadap infrastruktur krusial di negara-negara Baltik atau Polandia, termasuk jaringan energi dan transportasi yang menghubungkan Lithuania dengan sistem listrik Eropa. Meski tindakan-tindakan ini semakin agresif, baik Rusia maupun NATO masih menjaga jarak dari konflik militer terbuka, dan Pasal 5 NATO belum diaktifkan.

Previous articleTimnas Indonesia Berburu Gelar Piala AFF 2026 Usai 30 Tahun Menunggu
Next articlePrabowo Dinilai Mendelegitimasi Kritik Publik Lewat Label ‘Londo Ireng’