Sumbawanews.com,- Sembilan warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada dini hari, 21 Juli 2026, termasuk seorang ibu dan keempat anaknya yang tewas saat tidur di rumah mereka. Serangan udara menggunakan drone militer Israel menghancurkan rumah keluarga Al-Masri di kawasan al-Sabra, Kota Gaza, menewaskan Firas Al-Masri, istrinya Salsabil, dan keempat anak mereka. Korban lainnya berasal dari serangan berbeda di Jabaliya, di mana empat warga tewas saat tempat penampungan yang mereka tempati diserang. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata berlaku, dan menjadi bagian dari serangkaian pelanggaran berkelanjutan oleh Israel yang mencakup serangan udara, tembakan artileri, dan operasi darat di wilayah tempat pengungsi berlindung. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, 1.169 warga Palestina tewas dan 3.756 terluka, sementara total korban sejak 7 Oktober 2023 mencapai 73.283 tewas dan 173.875 terluka.















