Sumbawanews.com,- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan revolver Magnum sebagai cenderamata kepada para pemimpin NATO pada KTT di Ankara, Rabu (8/7/2026), memicu keruwetan logistik dan protokol keamanan di berbagai negara. Senjata api aktif itu dikemas dalam kotak merah berlapis kain hitam, dilengkapi enam peluru tajam dan surat resmi yang menyatakan pembebasan dari aturan ekspor senjata. Sejumlah pemimpin baru menyadari isi hadiah itu setelah tiba di negara masing-masing, sementara yang lain langsung menyerahkannya kepada otoritas keamanan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi yang pertama mengungkapkan hadiah tak biasa itu, menyebut revolver itu memiliki ukiran nama penerima. PM Kanada Mark Carney memilih membawa pulang senjata itu setelah mekanismenya dinonaktifkan dan disimpan di museum perang, sementara amunisinya ditinggalkan di Turki. PM Belgia Bart De Wever menyerahkan revolver miliknya ke polisi bandara, dan tim pengamanan juga mengurus senjata serupa yang diberikan kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen serta Perdana Menteri Antonio Costa. Keduanya akhirnya dinonaktifkan secara permanen sebelum dihibahkan ke museum militer.
PM Hungaria Peter Magyar, PM Yunani Kyriakos Mitsotakis, dan PM Luksemburg Luc Frieden juga memilih menyerahkan revolver mereka ke institusi resmi setelah dinonaktifkan. Presiden Polandia Karol Nawrocki mengalami penundaan di bea cukai Warsawa karena prosedur ketat yang diterapkan menyusul insiden 2022, ketika seorang pejabat kepolisian Polandia mengalami kecelakaan akibat peluncur granat yang meledak di kantornya. Sementara itu, sejumlah pemimpin seperti PM Inggris, Kanselir Jerman Friedrich Merz, PM Belanda Rob Jetten, dan Presiden Slovakia Peter Pellegrini memilih meninggalkan revolver mereka di Ankara, menyerahkan urusan penonaktifan dan pengiriman ke kedutaan besar masing-masing.
Di sisi lain, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mendaftarkan revolvernya sebagai hadiah diplomatik resmi untuk disimpan di Kantor PM Italia, sementara Presiden Lithuania Gitanas NausÄ—da memajangnya di Istana Kepresidenan. Hadiah ini memicu tanda tanya di tengah agenda utama KTT yang fokus pada konflik Ukraina, ketegangan dengan Iran, dan hubungan dengan Presiden AS Donald Trump. Banyak analis menilai langkah Erdogan sebagai strategi promosi industri pertahanan domestik Turki di hadapan sekutu NATO.















