Sumbawanews.com,- Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026, menjamin pertarungan antara empat tim peraih gelar juara dunia. Pertandingan pertama akan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 02.00 WIB, ketika Prancis menghadapi Spanyol di Stadion Akron, Guadalajara, diikuti laga Inggris versus Argentina pada Kamis, 16 Juli 2026, dengan waktu yang sama. Kedua pemenang akan berebut tiket ke final, sementara yang kalah akan saling beradu memperebutkan posisi ketiga.
Prancis, juara bertahan 2018 dan runner-up 2022, tampil dominan sepanjang turnamen dengan enam kemenangan tanpa perlu perpanjangan waktu. Les Bleus mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali, dengan Kylian Mbappé mencatat delapan gol dan tiga assist, menjadi pencetak gol terbanyak bersama Lionel Messi. Tim asuhan Didier Deschamps menunjukkan konsistensi tinggi, meski sempat kesulitan menghadapi pertahanan rapat seperti saat mengalahkan Paraguay 1-0.
Spanyol, juara 2010, bangkit setelah imbang tanpa gol di laga pembuka dan memenangi lima pertandingan berikutnya. La Roja hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, menunjukkan soliditas pertahanan dan penguasaan bola yang menghancurkan. Mikel Oyarzabal menjadi ujung tombak dengan empat gol, sementara Mikel Merino tampil sebagai pemain penentu dari bangku cadangan, mencetak gol kemenangan melawan Portugal dan Belgia. Namun, efektivitas serangan masih menjadi tantangan, dengan beberapa kemenangan hanya berakhir tipis.
Inggris, yang terakhir menjuarai Piala Dunia pada 1966, kembali ke semifinal untuk keempat kalinya dalam sejarah. Di bawah arahan Thomas Tuchel, Three Lions menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan melawan Republik Demokratik Kongo dan Norwegia, meski pertahanan mereka rawan kebobolan enam gol. Jude Bellingham dan Harry Kane masing-masing mencetak enam gol, menyumbang 12 dari 13 gol tim, menjadikan duo ini tulang punggung serangan.
Argentina, juara bertahan, menjadi tim paling produktif dengan 17 gol, dan masih mempertahankan rekor tanpa kekalahan sejauh ini. Lionel Messi, di usia 39 tahun, menyamai Mbappé dengan delapan gol, memimpin Albiceleste dalam perjalanan menuju pertahanan gelar — sesuatu yang terakhir dicapai Brasil pada 1962. Meski menunjukkan ketahanan mental dengan comeback dari ketertinggalan 0-2 melawan Mesir, lini belakang mereka menjadi titik lemah, kebobolan lima kali dalam tiga pertandingan fase gugur dan dua kali harus melalui perpanjangan waktu.
Dengan semua semifinalis adalah juara dunia, pertandingan ini bukan sekadar laga sepak bola, tapi sejarah yang sedang ditulis ulang.















