Sumbawanews.com,- Pada 11 Juli 1960, novel debut Harper Lee, *To Kill a Mockingbird*, resmi dirilis oleh penerbit J. B. Lippincott & Co. Sejak itu, buku ini telah dicetak dan dijual lebih dari 40 juta salinan, menjadi salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah Amerika Serikat. Ulasan dari majalah *Time* memuji novel ini sebagai pelajaran mendalam tentang kehidupan anak-anak di Selatan, sementara *Chicago Sunday Tribune* menyebutnya memiliki makna nasional yang kuat. Satu tahun setelah rilisnya, Lee memenangkan Hadiah Pulitzer untuk karyanya yang pertama dan satu-satunya.
Pada 1962, novel ini diadaptasi menjadi film dengan naskah oleh Horton Foote, yang membawa Gregory Peck meraih penghargaan akting atas perannya sebagai Atticus Finch. Lee sendiri pernah menulis bahwa ia tidak pernah membayangkan kesuksesan besar untuk buku ini—harapannya hanya agar ada yang menyukainya dan menemukan harapan di dalamnya. Dalam catatan pengantar untuk rilis ulang DVD film, ia menyatakan bahwa Peck bukan sekadar memerankan karakter, tetapi justru memerankan dirinya sendiri, dan dalam keautentikannya, ia berhasil menyentuh dunia. Pada peringatan 50 tahun rilisnya pada 2010, Radio Publik Nasional menyebut kisah pertumbuhan Scout sebagai cerminan pencarian jati diri seorang individu sekaligus bangsa.
Pada 2006, lewat pemungutan suara oleh Museum, Libraries, dan Archive Council di Inggris, *To Kill a Mockingbird* terpilih sebagai buku yang harus dibaca sebelum meninggal oleh para penjaga perpustakaan.















