Home Berita Nasional Empat Anggota Polri Gugur dalam Empat Hari Berturut-turut

Empat Anggota Polri Gugur dalam Empat Hari Berturut-turut

Sumbawanews.com,- Dalam rentang empat hari berturut-turut, empat anggota Kepolisian Republik Indonesia gugur menjalankan tugas di dua lokasi berbeda. Tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, tewas dalam operasi penindakan narkoba yang berujung bentrok dengan massa bersenjata pada 2 Juli 2026. Sementara satu lagi, Aipda Endang Karyana dari Satuan Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya, meninggal akibat tertabrak kendaraan saat membantu pengemudi truk mogok di Tol Joglo pada 3 Juli 2026.

Operasi di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, berawal dari laporan masyarakat tentang peredaran sabu. Sebanyak 12 petugas dikerahkan pada Rabu malam, 1 Juli 2026. Saat menangkap target berinisial BIO, massa yang terdiri dari warga sekitar dan pelaku melancarkan serangan dengan senjata tajam dan senjata api rakitan. Dalam kekacauan itu, Aipda Yudhie Perdana Putra tewas akibat luka tusukan. Dua rekannya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hilang setelah berenang menyelamatkan diri ke hutan dan sungai. Pencarian intensif yang melibatkan Polda Kalteng, Polairud, Kodim, Basarnas, dan warga akhirnya menemukan jenazah Bripda Nopandri pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 15.55 WIB, terapung tersangkut di ranting kayu di DAS Katingan. Pada Minggu, 5 Juli 2026, sekitar pukul 08.42 WIB, jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Rantau Asem, empat kilometer dari lokasi operasi. Keduanya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya.

Di Jakarta, Aipda Endang Karyana tewas pada pukul 15.11 WIB, Minggu, 5 Juli 2026, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan pada pukul 10.50 WIB, Jumat, 3 Juli 2026. Saat membantu pengemudi light truck yang mogok di ruas Tol Joglo arah Pondok Pinang, ia tertabrak Isuzu Wing Box yang datang dari arah Tangerang. Kendaraan itu mendorong truk hingga menghantam korban. Ia mengalami luka berat pada kaki kanan dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati, namun tidak tertolong. Jenazahnya dimakamkan di TPU Kampung Cicageur, Garut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menyampaikan belasungkawa mendalam atas keguguran keempat anggota tersebut. Ia menegaskan penyelidikan terhadap pelaku penyerangan di Katingan masih berlangsung dan akan dilanjutkan hingga seluruh pelaku ditangkap dan diadili sesuai hukum.

Previous articleIndonesia Siap Guncang Piala AFF 2026, Vietnam Waspadai Dua Naturalisasi Baru
Next articleMaroko Tegaskan Dirinya Bukan Kuda Hitam Lagi di Piala Dunia 2026