Sumbawanews.com,- Meksiko, 2 Juli 2026 β Meski berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Ekuador 2-0 di Stadion Azteca, Mexico City, Tim Nasional Meksiko kini menghadapi ancaman sanksi dari FIFA. Ancaman itu muncul akibat nyanyian homofobik yang terdengar dari sebagian suporter selama laga, di mana kata βp*toβ β istilah kasar dalam bahasa Spanyol yang merujuk pada pelacur pria β diteriakkan berulang kali saat kiper lawan mengeksekusi tendangan gawang. Insiden ini bukan yang pertama, tetapi menjadi sorotan tajam FIFA karena terulang di ajang global, meski federasi sepak bola Meksiko telah berulang kali mengkampanyekan perubahan.
FIFA telah mencatat pola serupa dalam tiga edisi Piala Dunia sebelumnya: 2014 di Brasil, 2018 di Rusia, dan 2022 di Qatar. Chant tersebut dianggap melanggar Kode Disiplin FIFA yang melarang diskriminasi berbasis orientasi seksual. Meski Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) telah berkoordinasi dengan legenda seperti Rafa MΓ‘rquez dan CuauhtΓ©moc Blanco untuk menggantikan nyanyian itu dengan gerakan βMexican Waveβ yang lebih positif, upaya tersebut belum mampu menghentikan praktik lama yang mengakar di tribun. Kini, Komite Disiplin FIFA sedang memantau rekaman video dan laporan wasit untuk menentukan apakah sanksi akan dikenakan kepada FMF, dengan kemungkinan hukuman berupa denda, larangan penonton, atau keduanya.
Kemenangan Meksiko atas Ekuador memang bersejarah: ini adalah kemenangan pertama El Tri di fase gugur Piala Dunia dalam lebih dari 40 tahun, dan menjadikan Meksiko sebagai tuan rumah kedua yang lolos ke 16 besar di Piala Dunia 2026. Gol Julian Quinones dan RaΓΊl JimΓ©nez memicu euforia nasional, tetapi euforia itu kini tercoreng oleh tindakan sebagian pendukung yang mengabaikan pesan sportivitas dan hak asasi manusia. FIFA sebelumnya telah memberi peringatan keras kepada Meksiko menjelang turnamen, tetapi insiden ini menunjukkan bahwa perubahan budaya di kalangan suporter jauh lebih sulit dicapai daripada mengubah strategi permainan.
Jika sanksi diberikan, Meksiko akan menjadi negara pertama yang dihukum FIFA karena pelanggaran suporter dalam Piala Dunia 2026, sekaligus menandai kemunduran bagi upaya global sepak bola untuk menghapuskan diskriminasi di stadion. Di tengah kebangkitan tim nasional, Meksiko kini dihadapkan pada tantangan lebih besar: memenangkan hati penonton, bukan hanya pertandingan.















