Sumbawanews.com,- Pertandingan 16 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Senegal berakhir kontroversial pada Kamis, 2 Juli 2026, di Stadion MetLife, New Jersey, setelah wasit memberikan penalti kepada Belgia di menit ke-124, yang memicu protes keras dari pemain dan pelatih Senegal. Penalti yang dieksekusi sukses oleh Youri Tielemans membalikkan keunggulan 2-0 Senegal menjadi kekalahan 3-2, mengakhiri perjalanan Singa Teranga di turnamen. Mantan bek timnas Inggris dan Manchester United, Gary Neville, dalam siaran langsung ITV, menyatakan bahwa kontak antara Lamine Camara dan Tielemans tidak memenuhi standar penalti, menilai keputusan itu sebagai kesalahan besar yang merugikan tim Afrika.
Senegal tampil dominan sepanjang babak pertama dan awal babak kedua, dengan gol Habib Diarra di menit ke-23 dan Ismaila Sarr di menit ke-52 membuat mereka unggul 2-0. Belgia baru bangkit di menit ke-87 lewat sundulan Romelu Lukaku, lalu menyamakan skor melalui Tielemans di menit ke-90+3, memaksa pertandingan masuk babak tambahan. Kontroversi muncul saat Camara berusaha menghalau umpan rendah Tielemans di kotak penalti; keduanya terlibat dalam gerakan sliding, namun tak ada bukti jelas bahwa Camara sengaja menjatuhkan lawan. Wasit Said Martinez awalnya membiarkan permainan berlanjut, tetapi setelah tinjauan VAR yang berlangsung lebih dari dua menit, ia memutuskan memberi penalti—keputusan yang langsung memicu kemarahan para pemain Senegal dan pelatih.
Neville, yang menjadi analis utama ITV selama Piala Dunia 2026, menegaskan bahwa “tidak ada pelanggaran yang jelas, tidak ada tarikan, tidak ada sentuhan yang cukup kuat untuk menghentikan pergerakan pemain.” Ia menambahkan bahwa keputusan itu “menghancurkan integritas pertandingan” dan menjadi contoh buruk dari ketergantungan berlebihan pada VAR. Komentar serupa dilontarkan oleh legenda sepak bola dunia lainnya, termasuk Didier Drogba dan Patrick Vieira, yang menyebut keputusan itu sebagai “pencurian resmi” terhadap usaha Senegal selama 124 menit.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Senegal yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kandidat kuat di babak gugur. Sementara Belgia melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang laga Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina. FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait keputusan wasit, tetapi tekanan internasional terus meningkat, terutama dari federasi sepak bola Afrika yang meminta tinjauan ulang terhadap penggunaan VAR dalam pertandingan berisiko tinggi.














