Home Serba Serbi Tekno Claude Fable 5 Kembali Dibuka Setelah Tiga Pekan Diblokir AS

Claude Fable 5 Kembali Dibuka Setelah Tiga Pekan Diblokir AS

Sumbawanews.com,- Model kecerdasan buatan Claude Fable 5 resmi kembali tersedia secara global setelah diblokir selama tiga minggu oleh pemerintah Amerika Serikat. Akses ke platform Claude.ai, Claude Code, dan layanan terkait pulih pada 1 Juli 2026, menyusul pencabutan sanksi kontrol ekspor yang sebelumnya memaksa Anthropic, perusahaan pengembangnya, untuk menutup seluruh layanan Fable 5 dan Mythos 5 bagi pengguna di luar AS.

Pemblokiran awal terjadi pada 12 Juni 2026, menyusul temuan tim peneliti Amazon yang menemukan celah keamanan berupa teknik “jailbreak” pada Fable 5. Celah tersebut memungkinkan model AI menghasilkan kode eksploitasi untuk menembus sistem keamanan perangkat lunak—sebuah kemampuan yang dianggap pemerintah AS sebagai ancaman strategis, meski Anthropic berargumen bahwa teknik serupa juga dimiliki model AI lain seperti GPT-5.5 dan Kimi K2.7.

Karena keterbatasan teknis dalam memverifikasi kewarganegaraan pengguna secara real-time, Anthropic terpaksa menonaktifkan total kedua model tersebut untuk mematuhi regulasi. Langkah ini memicu kekhawatiran luas di kalangan industri teknologi, yang memperingatkan bahwa pembekuan akses terhadap AI mutakhir justru akan memberi keunggulan kepada pesaing asal China.

Untuk mengatasi kekhawatiran pemerintah, Anthropic akhirnya mengembangkan sistem filter keamanan baru yang mampu mendeteksi dan memblokir upaya jailbreak dengan akurasi di atas 99 persen. Jika terdeteksi adanya upaya manipulasi, sistem akan otomatis mengalihkan permintaan ke model yang lebih lemah, Claude Opus 4.8, dan memberi notifikasi resmi. Meski demikian, filter ini berpotensi memicu alarm palsu pada aktivitas pemrograman normal.

Sementara itu, Mythos 5—versi lebih sensitif dari Fable 5—masih tetap dibatasi aksesnya. Hanya sekitar 100 perusahaan dan lembaga pemerintah AS yang mengelola infrastruktur kritis yang diberi izin terbatas untuk menggunakannya.

Negosiasi intensif yang dipimpin oleh salah satu pendiri Anthropic, Tom Brown, berakhir dengan kesepakatan: Anthropic berkomitmen untuk menjalani proses audit keamanan sebelum peluncuran produk baru, melaporkan setiap ancaman yang ditemukan, dan bekerja sama dengan otoritas AS dalam upaya pencarian celah keamanan secara proaktif. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengonfirmasi pencabutan sanksi setelah tinjauan mendalam selama dua minggu.

Para pakar tata kelola AI, seperti Francesco Bailo dari University of Sydney, menilai keputusan ini sebagai pengakuan bahwa respons awal pemerintah AS terlalu reaktif. Di tengah persaingan global yang semakin sengit, langkah ini dianggap sebagai upaya menyeimbangkan keamanan nasional dengan kebutuhan inovasi teknologi.

Anthropic kini mengusulkan kerangka standar baru untuk mengukur tingkat bahaya jailbreak berdasarkan empat parameter: peningkatan kemampuan, cakupan serangan, kemudahan senjataisasi, dan tingkat kemudahan penemuan celah. Untuk ancaman kritis terhadap infrastruktur vital, perusahaan menjamin respons instan dari tim pengawas 24 jam.

Previous articleHarry Kane Jadi Pahlawan, Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Next articleBogor Tak Lagi Sejuk, Ini Penyebabnya