Sumbawanews.com,- Pada 2 Juli 2026, di Stadion Internasional Los Angeles, Belgia mengejutkan dunia sepak bola dengan comeback dramatis melawan Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tertinggal 0-2 hingga menit ke-85, Setan Merah bangkit lewat gol Romelu Lukaku, Youri Tielemans, dan penalti Tielemans di masa injury time babak perpanjangan waktu, menang 3-2 dan melangkah ke babak 16 besar.
Awal pertandingan berjalan sesuai rencana Senegal. Habib Diarra membuka skor pada menit ke-25, diikuti Ismaila Sarr yang menggandakan keunggulan pada menit ke-51. Belgia yang dikenal dengan kekuatan lini tengahnya terlihat kewalahan, bahkan pelatih Rudi Garcia sempat mengganti Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku, namun tak kunjung membuahkan hasil. Hingga menit ke-85, harapan Belgia nyaris padam, sementara Senegal hanya butuh beberapa detik lagi untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Kemudian, keajaiban terjadi. Lukaku menyambut umpan Thomas Meunier dengan sundulan tajam di menit ke-86, memicu semangat tim dan kepanikan di barisan pertahanan Senegal. Tiga menit berselang, Leandro Trossard mengirim umpan silang yang disambut sundulan keras Tielemans—kiper Mory Diaw terlambat melompat, dan skor menjadi 2-2. Pertandingan pun masuk babak tambahan.
Drama tak berhenti di situ. Di menit ke-120, wasit memberi hukuman penalti setelah VAR memutuskan pelanggaran di kotak terlarang. Tielemans, yang sebelumnya menjadi pahlawan, kembali maju sebagai eksekutor. Dengan ketenangan luar biasa, ia menembakkan bola ke pojok kanan atas gawang, tak terjangkau oleh Diaw. 3-2. Belgia menang, Senegal hancur.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Senegal, yang sejak awal menguasai ritme permainan dan nyaris mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang lolos ke 16 besar sejak 2002. Sementara Belgia, yang dianggap mulai menua, membuktikan bahwa mental juara tak pernah mati—terutama ketika ada kepercayaan, ketahanan, dan seorang Youri Tielemans yang tak pernah menyerah.















