Sumbawanews.com,- Sebastian Beccacece mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional Ekuador usai kekalahan 0-2 dari Meksiko di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) dini hari WIB, di Stadion Azteca, Mexico City. Keputusan itu diumumkan langsung setelah laga, meskipun kontraknya memang berakhir secara resmi usai turnamen. Beccacece mengakui timnya gagal memenuhi target untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola Ekuador. “Hari ini giliran saya untuk mengucapkan selamat tinggal,” katanya, seperti dilansir Reuters.
Ekuador lolos ke fase gugur berkat posisi ketiga terbaik di Grup E, setelah menang 2-1 atas Jerman di laga terakhir kelompoknya. Namun, di hadapan publik tuan rumah yang memadati Azteca, La Tri tampil kaku dan tak mampu menembus pertahanan Meksiko yang solid. Gol Julian Quinones dan Raul Jimenez pada menit ke-34 dan ke-72 menjadi penghukuman atas upaya Ekuador yang minim ancaman. Kekalahan ini mengakhiri mimpi mereka untuk mengulang keberhasilan di Piala Dunia 2006, ketika mereka sempat mencapai babak 16 besar.
Beccacece menjadi pelatih keenam yang mengundurkan diri setelah timnya tersingkir di Piala Dunia 2026, menyusul Sabri Lamouchi (Tunisia), Steve Clarke (Skotlandia), Miroslav Koubek (Republik Ceko), Hong Myung-bo (Korea Selatan), dan Ronald Koeman (Belanda). Kedelapan tim yang tersingkir di babak 32 besar kini harus menghadapi reshuffle besar-besaran di jajaran kepelatihan, sementara Ekuador berada di persimpangan jalan: apakah akan mempertahankan pendekatan lokal atau membuka pintu bagi pelatih asing untuk membangun kembali identitas tim.
Pertandingan melawan Meksiko pun menjadi penutup masa kepelatihan Beccacece yang penuh harapan namun berakhir dengan kekecewaan. Dengan Moises Caicedo dan jajaran pemain muda yang kini menjadi aset berharga, Ekuador tinggal menunggu keputusan federasi—apakah akan memilih stabilitas atau perubahan radikal untuk menyongsong kualifikasi Piala Dunia 2030.















