Sumbawanews.com,- Timnas Belanda resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah dalam adu penalti 2-3 melawan Maroko, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Estadio Monterrey, Guadalupe, Meksiko, pada Senin (29/6/2026) waktu setempat.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu berakhir tanpa gol dalam waktu normal, dengan Belanda yang lebih mendominasi possession namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas. Maroko, di sisi lain, bertahan rapat dan memanfaatkan serangan balik dengan presisi. Gol pertama dicetak oleh Maroko lewat sundulan Ismael Saibari pada menit ke-67, menyusul umpan silang dari sisi kiri pertahanan Belanda. Tim Oranye baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-89 melalui tendangan bebas cemerlang dari Cody Gakpo, yang mengubah arah bola melewati dinding manusia dan menghantam mistar sebelum masuk ke gawang.
Kedua tim tak mampu mencetak gol tambahan di babak tambahan, sehingga laga pun berlanjut ke adu penalti. Dalam situasi tegang, kiper Maroko Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan dengan menyelamatkan dua tendangan dari Denzel Dumfries dan Steven Berghuis. Sementara itu, Ismael Saibari, yang sebelumnya mencetak gol, kembali tampil tenang dan mengeksekusi penalti terakhir dengan dingin, mengirim bola ke pojok kanan gawang dan mengakhiri mimpi Belanda di turnamen ini.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Ronald Koeman, yang gagal melangkah ke babak 16 besar untuk kedua kalinya berturut-turut sejak Piala Dunia 2022. Sementara itu, Maroko melanjutkan sejarahnya sebagai salah satu tim Afrika paling tangguh di pentas dunia, menjadi satu-satunya perwakilan benua hitam yang masih bertahan di babak 32 besar.
Adu penalti ini juga menjadi sorotan karena menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia di mana dua tim yang sama-sama tidak pernah menang di babak 16 besar sejak 2014—Belanda dan Maroko—bertemu di fase ini, dan yang lebih tua secara historis justru tersingkir lebih awal.
Dengan kemenangan ini, Maroko akan menghadapi pemenang laga antara Portugal dan Swiss di babak 16 besar, sementara Belanda harus pulang lebih awal, meninggalkan harapan jutaan suporter yang menanti kebangkitan tim mereka di kancah dunia.















