Sumbawanews.com,- Guadalupe – Babak pertama laga 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Maroko berakhir tanpa gol, dengan skor 0-0 setelah 45 menit pertandingan sengit di Stadion Monterrey, Meksiko. Kedua tim saling menekan, namun ketajaman akhir menjadi kendala utama yang membuat serangan berulang tak berbuah gol.
Belanda yang memulai laga dengan inisiatif serangan justru dikuasai oleh Maroko di 27 menit awal. Achraf Hakimi menjadi ujung tombak serangan tim Afrika Utara itu, dengan umpan silangnya di menit kelima memicu kekhawatiran di pertahanan Oranje. Respons Belanda datang lewat tendangan Ryan Gravenberch di menit ketujuh, namun blok ketat lini belakang Maroko berhasil menggagalkannya.
Kontrol permainan berpindah tangan ke tim asuhan Walid Regragui saat Ismael Saibari memicu kontroversi dengan pelanggaran keras di menit kesepuluh. Maroko kemudian membangun serangan beruntun, dengan gelombang serangan memuncak setelah sepak pojok Hakimi di menit ke-19 menciptakan kemelut di depan gawang Bart Verbruggen. Sundulan Neil El Aynaoui nyaris membawa Maroko unggul, tetapi kiper Belanda itu menyelamatkan timnya dengan penyelamatan gemilang.
Tak berhenti di situ, Ayyoub Bouaddi melepaskan tembakan jarak menengah di menit berikutnya, namun bola melambung di atas mistar gawang. Sementara itu, Belanda kesulitan membangun serangan terstruktur, dengan Crysencio Summerville terjebak offside di menit ke-16 dan serangan balik mereka kerap terputus oleh ketatnya pressing lawan.
Meski memiliki lebih banyak peluang, Maroko gagal memanfaatkan momen emas, sementara Belanda terlihat kurang percaya diri di depan gawang. Kedua tim sama-sama menunjukkan semangat tinggi, namun kecermatan dan keputusan akhir masih jadi tanda tanya menjelang babak kedua.
Laga ini menjadi ujian berat bagi kedua tim yang sama-sama mengincar tiket ke 16 besar. Dengan skor masih kacamata, pertarungan sejati baru akan dimulai setelah istirahat.















