Home Berita Nasional Enam Orang Tewas dalam Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman

Enam Orang Tewas dalam Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman

Sumbawanews.com,- Sebuah insiden memilukan terjadi di kota Stade, Jerman utara, pada Senin malam, 29 Juni 2026, ketika seorang pelaku membuka api di dalam pusat kesejahteraan remaja, menewaskan enam orang dan melukai beberapa lainnya. Korban seluruhnya adalah karyawan fasilitas itu atau petugas dari dinas layanan anak setempat—terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki.

Menurut pernyataan resmi polisi, tembakan dilepaskan di dalam gedung yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara bagi ibu hamil dan perempuan muda bersama anak-anak mereka. Lima korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu orang lainnya meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Kathrin Schuol, juru bicara kepolisian setempat, mengonfirmasi bahwa semua korban adalah petugas yang sedang bertugas saat kejadian. Tidak ada indikasi adanya korban dari kalangan penghuni fasilitas. Polisi menyatakan kejadian ini sebagai pembunuhan massal yang terjadi di ruang tertutup, dan operasi penyelidikan sedang berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik serangan itu.

Insiden ini memicu duka mendalam di seluruh Jerman, terutama di kalangan pejabat sosial dan organisasi perlindungan anak. Pusat kesejahteraan remaja di Stade, yang dikenal sebagai tempat perlindungan bagi kelompok rentan, kini menjadi simbol tragis dari kekerasan yang menyerang ruang-ruang yang seharusnya aman.

Otoritas setempat telah menutup akses ke lokasi kejadian dan menggelar operasi penyisiran. Belum ada informasi resmi mengenai identitas pelaku atau apakah ada tersangka yang ditahan. Pemerintah kota Stade mengumumkan duka cita nasional dan menyiapkan layanan dukungan psikologis bagi keluarga korban serta staf yang selamat.

Kejadian ini menjadi salah satu insiden kekerasan paling mematikan di Jerman dalam beberapa tahun terakhir, dan kembali memicu debat nasional tentang keamanan fasilitas publik, akses senjata, serta perlindungan terhadap pekerja sosial yang berada di garis depan layanan kemanusiaan.

Previous articlePenembakan Maut di Jerman, Enam Tewas Akibat Sengketa Hak Asuh
Next articleBelanda vs Maroko Tersendat di Babak Pertama, Skor Masih 0-0