Home Berita Olah Raga Liverpool Butuh Keberuntungan dan Kesatuan untuk Bangkit Kembali

Liverpool Butuh Keberuntungan dan Kesatuan untuk Bangkit Kembali

Sumbawanews.com,- Mantan pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, meyakini bahwa kebangkitan tim ke masa kejayaan tak hanya bergantung pada kualitas pelatih baru, Andoni Iraola, tapi juga pada kesatuan tim dan keberuntungan yang tak terduga.

Klopp, yang menutup babak karier pelatihnya di Anfield setelah sembilan tahun memimpin The Reds meraih gelar Liga Champions dan Liga Inggris, memberi restu penuh kepada Iraola yang menggantikan Arne Slot. Slot, yang sukses membawa Liverpool juara Premier League pada musim 2024/2025, gagal mempertahankan performa di musim berikutnya dan finis di peringkat kelima, sehingga manajemen memutuskan untuk menggantinya.

“Mereka kini memulai lagi dengan pelatih baru, Andoni Iraola, yang juga merupakan pelatih hebat, sama seperti Arne Slot. Namun semuanya harus berjalan dengan baik. Semua pihak harus bisa bekerja sama dalam waktu yang lama, dan untuk itu Anda juga membutuhkan keberuntungan,” ujar Klopp dalam wawancara dengan ESPN.

Klopp enggan mengulas mendalam kegagalan musim lalu, tetapi ia menyebut kehilangan mendadak Diogo Jota sebagai faktor yang tak terduga dan sangat berdampak. Pemain asal Portugal itu meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di barat laut Spanyol pada 3 Juli 2025, sebuah tragedi yang mengguncang seluruh dunia sepak bola.

“Ada situasi yang tidak pernah diduga sebelumnya dan menghadapi kondisi seperti itu sangatlah sulit. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi, tetapi musim lalu kini sudah berlalu. Sekarang mereka bisa menatap masa depan,” kata Klopp.

Meski Liverpool gagal mempertahankan gelar liga, Klopp tetap mengakui pencapaian besar tim itu: lolos ke Liga Champions. “Saya rasa tidak ada yang benar-benar puas dengan musim itu. Namun mereka tetap lolos ke Liga Champions, dan itu merupakan sebuah pencapaian yang besar.”

Dengan Iraola yang dikenal disiplin dan berorientasi pada pertahanan terorganisir, Klopp berharap klub bisa menemukan kembali keseimbangan antara semangat juang dan stabilitas taktis yang pernah menjadi ciri khas era Klopp. Namun, ia menekankan: tanpa kebersamaan yang tulus dan sedikit keberuntungan, bahkan pelatih terbaik sekalipun tak akan mampu mengubah takdir.

Kebangkitan Liverpool bukan sekadar soal strategi. Ia adalah soal hati, waktu, dan kekuatan yang tak terlihat—yang mungkin justru akan menentukan apakah Anfield kembali menjadi istana para juara.

Previous articleArkhan Fikri Dinilai Punya Potensi Besar untuk Timnas Indonesia
Next articleDemi Honor, Mahrez Tetap Cetak Gol Meski Risiko Tersingkir