Home Berita Internasional Korban Gempa Venezuela Tambah Jadi 1.450 Jiwa

Korban Gempa Venezuela Tambah Jadi 1.450 Jiwa

Sumbawanews.com,- Hingga Minggu, 28 Juni 2026, jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela bertambah menjadi 1.450 orang. Data ini disampaikan oleh Jorge Rodríguez, Presiden Majelis Nasional Venezuela, dalam pidato resmi yang disiarkan secara nasional.

Lebih dari 3.150 orang mengalami luka-luka, sementara 12.721 lainnya terpaksa mengungsi atau terdampak parah akibat bencana yang terjadi pada Rabu malam, 24 Juni 2026. Dua gempa beruntun dengan kekuatan magnitudo 7,5 dan 7,2 mengguncang Negara Bagian Yaracuy—berpusat masing-masing di tenggara Yumare dan timur laut San Felipe—dengan selang waktu hanya 39 detik, menurut catatan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Reruntuhan bangunan pun memakan korban massal: setidaknya 774 struktur, termasuk rumah sakit, sekolah, dan permukiman padat, runtuh total. Di Catia La Mar, warga terlihat berkerumun di luar rumah sakit yang rusak, sementara tim penyelamat bekerja tanpa henti di bawah debu dan puing, mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun.

Pemerintah Venezuela mengerahkan lebih dari 25.000 personel dari berbagai sektor: militer, polisi, petugas perlindungan sipil, Palang Merah, dan organisasi kemanusiaan. Dukungan internasional pun datang: 2.624 tim penyelamat dari luar negeri, 137 anjing pelacak, dan 49 kendaraan operasional telah tiba untuk memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan.

Sehari sebelumnya, jumlah korban tewas dilaporkan 1.430 orang—menunjukkan peningkatan signifikan dalam waktu 24 jam. Operasi masih berlangsung, dengan harapan semakin tipis bagi mereka yang tertimbun lebih dari 72 jam pasca-gempa.

Banyak warga menggambarkan kejadian itu sebagai “bencana tanpa tanda tanya.” Di tengah krisis kemanusiaan, keajaiban kecil pun muncul: seorang ayah dan anak berhasil diselamatkan setelah bertahan selama empat hari di bawah puing, menjadi simbol ketahanan di antara duka yang tak terhingga.

Venezuela kini berjuang bukan hanya untuk menyelamatkan nyawa, tapi juga membangun kembali kepercayaan—di tengah infrastruktur yang rapuh dan sumber daya yang terbatas.

Previous articleBrasil Waspadai Kejutan Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026
Next articleDua Pelaku Lempar Bom Molotov di Koja Ditangkap, Korban Hanya Salah Sasaran