Sumbawanews.com,- Pertandingan pertama babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Afrika Selatan dan Kanada di SoFi Stadium, California, Senin, 29 Juni 2026, pukul 02.00 WIB. Ini bukan sekadar laga penyisihan—ini sejarah. Kedua tim, yang sama-sama finis sebagai runner-up di grup masing-masing, akan berlaga untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen resmi FIFA, sekaligus menjadi debut babak gugur bagi kedua negara.
Afrika Selatan, yang tampil di Grup A, mengamankan posisi kedua dengan empat poin. Tim asuhan Hugo Broos awalnya kalah 2-0 dari Meksiko, lalu bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko, sebelum menang tipis 1-0 atas Korea Selatan di laga penentuan. Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Bafana Bafana ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2002.
Sementara itu, Kanada—sebagai tuan rumah bersama—mencatat pencapaian terbaiknya dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia. Di Grup B, mereka mengumpulkan empat poin setelah kalah 2-1 dari Swiss, menang telak 6-0 atas Qatar, dan bermain imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina. Uniknya, meski menjadi tuan rumah, Kanada justru bertanding di Amerika Serikat, bukan di wilayahnya sendiri, karena sistem penjadwalan turnamen yang mengatur lokasi pertandingan berdasarkan kepentingan logistik dan komersial.
Dalam hal kekuatan tim, Afrika Selatan akan kembali diperkuat Teboho Mokoena yang kembali dari skorsing, menggantikan Yaya Sithole di lini tengah. Namun, mereka kehilangan Themba Zwane akibat kartu merah melawan Meksiko, sementara Evidence Makgopa dipercaya tetap menjadi ujung tombak.
Kanada menghadapi tantangan lebih berat di lini tengah dan serang. Ismael Kone dinyatakan absen permanen akibat patah tulang kering, sementara Stephen Eustaquio dan Alfie Jones masih dalam pemantauan medis. Meski Alphonso Davies belum tampil karena cedera hamstring, peluangnya untuk masuk sebagai pengganti di babak kedua masih terbuka. Jonathan David dan Cyle Larin diprediksi menjadi andalan serangan, didukung oleh Tajon Buchanan di sayap.
Ini adalah pertemuan pertama antara kedua tim dalam kompetisi resmi. Sebelumnya, mereka hanya pernah bertemu sekali dalam laga persahabatan pada November 2007, di mana Afrika Selatan menang 2-0.
Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang pertandingan antara Belanda dan Maroko. Di depan, jalan menuju perempat final membentang panjang—dengan kemungkinan bertemu tim-tim besar seperti Prancis atau Jerman.
Dengan semangat sejarah, ambisi nasional, dan kebutuhan akan kemenangan pertama di babak gugur, pertandingan ini bukan hanya soal taktik atau kekuatan pemain. Ini adalah momen di mana dua tim yang selama ini dianggap “di luar favorit” berusaha membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan di panggung dunia.















