Sumbawanews.com,- Institut Media Digital Emtek (IMDE) dan Ngee Ann Polytechnic dari Singapura secara resmi memperkuat kerja sama pendidikan tinggi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di kampus IMDE, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026. Kolaborasi strategis ini dirancang untuk membangun ekosistem pembelajaran lintas batas yang berorientasi pada kebutuhan industri kreatif dan digital di era kecerdasan buatan.
MoU ditandatangani oleh Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto, Ed.D., dan Principal & CEO Ngee Ann Polytechnic Prof. Lim Kok Kiang. Kemitraan ini tidak hanya membuka ruang bagi pertukaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga menggagas program kolaboratif dalam riset, pengajaran bersama, hingga produksi konten kreatif seperti film dan inisiatif kesehatan mental.
Mahasiswa dari kedua institusi akan mendapat kesempatan mengikuti kuliah singkat secara daring maupun luring di kampus mitra, memperluas wawasan budaya dan profesional dalam lingkungan internasional. Sementara itu, dosen akan berbagi praktik terbaik dalam kurikulum dan pedagogi, dengan fokus pada integrasi teknologi digital dan AI dalam pembelajaran.
Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi jawaban atas tantangan global dalam pendidikan kreatif. “Di tengah percepatan transformasi digital, kampus tidak bisa lagi berdiri sendiri. Keberagaman budaya Asia Tenggara adalah aset tak ternilai yang harus dijadikan fondasi karya global,” ujarnya.
Ia menambahkan, IMDE yang berada dalam ekosistem Emtek tengah menjajaki proyek nyata bersama Ngee Ann Polytechnic, termasuk produksi film kolaboratif dan pelatihan kesehatan mental bagi tenaga kesehatan yang melibatkan mahasiswa dari Indonesia dan Singapura.
Prof. Lim Kok Kiang menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari strategi Ngee Ann Polytechnic untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap dinamika ekonomi dan budaya Asia Tenggara. “Generasi muda yang terhubung secara kultural dan akademik akan menjadi penggerak utama masa depan kawasan ini,” katanya.
Menurut Lim, kekayaan budaya nusantara dan Singapura—yang keduanya menjadi pusat inovasi kreatif—menjadi kombinasi unik yang bisa melahirkan konten berkelas dunia. Ia berharap kerja sama ini menjadi pintu gerbang bagi jaringan pendidikan yang lebih luas di seluruh ASEAN.
Kolaborasi ini mencerminkan tren baru di dunia pendidikan tinggi: dari sekadar pertukaran mahasiswa menuju sinergi nyata antara akademik, industri, dan budaya. Dengan menggabungkan kekuatan IMDE sebagai lembaga pendidikan berbasis industri kreatif dan Ngee Ann Polytechnic sebagai salah satu polytechnic terkemuka di Asia, kemitraan ini berpotensi menjadi model baru pendidikan berbasis regional yang relevan, inklusif, dan siap menghadapi masa depan.















