Home Berita Internasional Tim SAR Berlari Lawan Waktu Selamatkan Korban Gempa Venezuela

Tim SAR Berlari Lawan Waktu Selamatkan Korban Gempa Venezuela

Sumbawanews.com,- Puluhan relawan dan tim pencari dan penyelamat berlomba melawan waktu di tengah puing-puing bangunan yang runtuh di wilayah barat Venezuela, setelah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang wilayah itu pada Senin, 14 Agustus 2023, pukul 16.15 waktu setempat. Getaran kuat yang dirasakan hingga jarak ratusan kilometer itu merobohkan rumah-rumah di kota San Cristóbal dan sejumlah desa di negara bagian Táchira, menewaskan setidaknya 17 orang dan melukai lebih dari 80 lainnya, menurut laporan resmi Badan Meteorologi dan Geofisika Venezuela.

Di antara reruntuhan bangunan berlantai tiga yang hancur di jalan Sucre, petugas pemadam kebakaran dan relawan dari organisasi kemanusiaan bergerak tanpa henti, menggunakan alat deteksi suara dan anjing pelacak untuk mendeteksi jejak napas korban yang masih terperangkap. Seorang ibu dan dua anaknya berhasil diselamatkan setelah terjebak selama tujuh jam di bawah balok beton dan puing-puing atap, sementara tim lain berjuang keras untuk mengevakuasi seorang lansia yang terjepit di ruang bawah tanah sebuah toko kelontong.

Pemerintah Venezuela telah mengerahkan pasukan tentara dan unit medis darurat ke lokasi bencana, sambil membuka pusat evakuasi sementara di sekolah-sekolah dan gereja-gereja terdekat. Presiden Nicolás Maduro, dalam pernyataan darurat pada malam hari, menjanjikan bantuan logistik, makanan, dan perawatan medis gratis bagi seluruh korban, serta memerintahkan pemeriksaan mendesak terhadap infrastruktur bangunan publik di seluruh wilayah perbatasan.

Gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif di zona transisi antara lempeng Karibia dan lempeng Amerika Selatan—wilayah yang rentan terhadap guncangan tektonik. Meski tidak sekuat gempa besar di masa lalu, kejadian ini memperlihatkan kerentanan struktural bangunan di daerah pedesaan yang belum memenuhi standar anti-gempa. Warga setempat mengaku merasakan guncangan kuat sejak pukul 16.10, beberapa detik sebelum bangunan-bangunan mulai runtuh.

Di tengah kekacauan, warga berbondong-bondong membantu dengan tangan kosong: membawa air, makanan, dan lampu senter ke lokasi penyelamatan. “Kami tidak bisa menunggu bantuan datang. Jika kita tidak bertindak sekarang, mereka akan kehilangan kesempatan hidup,” kata Yolanda Márquez, seorang ibu rumah tangga yang ikut menggali puing bersama tetangganya.

Hingga tengah malam, jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah. Petugas memperingatkan bahwa cuaca buruk dan risiko longsor di lereng bukit sekitar dapat mempersulit operasi penyelamatan. Pemerintah telah meminta bantuan teknis dari organisasi internasional, termasuk dari Organisasi Negara-negara Amerika (OAS), meski belum ada permintaan resmi untuk bantuan militer asing.

Previous articleGalaxy S27 Pro Bakal Dapat Fitur Eksklusif Ultra, Layar Lebih Kecil tapi Lebih Privasi
Next articleJerman, Belanda, dan Jepang Bertarung di Puncak Fase Grup Piala Dunia 2026