Sumbawanews.com,- London – Meski tak terpilih masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026, Cole Palmer tak menunjukkan tanda-tanda kekecewaan. Pemain berusia 24 tahun itu justru mengaku lega bisa menikmati liburan panjang pertama dalam empat tahun terakhir, usai musim yang dinilainya “tidak terbaik”.
Palmer, gelandang serang Chelsea yang sempat diganggu cedera sepanjang musim lalu, menjadi salah satu nama besar yang dilepas pelatih Thomas Tuchel saat mengumumkan daftar 26 pemain untuk turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bersamanya, Phil Foden, Trent Alexander-Arnold, dan Harry Maguire juga absen—keputusan yang langsung memicu perdebatan sengit di media Inggris, terutama setelah timnas “The Three Lions” tampil kaku dan kurang kreatif dalam laga imbang 0-0 melawan Ghana di fase grup.
Namun, Palmer memilih berbeda. Dalam wawancara eksklusif dengan media Inggris, I-D, ia mengaku tidak meratapi keputusan itu. “Saya tidak sedih. Saya tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, jadi saya memilih untuk menerima dan mendukung rekan-rekan saya,” ujarnya tenang.
Ia mengakui bahwa performanya di Chelsea musim lalu tidak selevel tahun-tahun sebelumnya. Dengan hanya 34 penampilan, 11 gol, dan 3 assist di semua ajang, ia mengakui bahwa ia belum kembali ke bentuk terbaiknya. “Musim ini bukan yang terbaik, tapi ya begitulah. Saya tahu apa yang saya hadapi.”
Yang lebih menarik, Palmer mengatakan bahwa keseimbangan emosinya justru datang dari luar dunia sepakbola. Ia menghabiskan waktu bersama teman-teman biasa—bukan pesepakbola—yang menurutnya membantunya tetap “membumi”. “Mereka tidak peduli soal Piala Dunia. Mereka hanya peduli pada saya sebagai orang. Itu yang membuat saya tetap tenang.”
Kini, Palmer menikmati masa istirahatnya di liburan musim panas. Ia bahkan mengaku tidak menjadikan menonton laga Inggris sebagai prioritas. “Jika tidak ada kegiatan lain, saya akan menonton. Tapi saya ingin benar-benar beristirahat. Ini pertama kalinya dalam 3-4 tahun saya bisa benar-benar berhenti. Setelah itu, saya akan kembali ke apa yang saya cintai.”
Keputusan Tuchel untuk mengorbankan Palmer—yang dikenal sebagai pemain dengan visi dan teknik halus—telah menjadi bahan analisis para pakar. Mantan kapten Inggris Rio Ferdinand bahkan menyebut tim saat ini “kehilangan jiwa kreatifnya”. Sementara itu, klasemen sementara menunjukkan Inggris masih bertahan di puncak Grup L, bersama Ghana dengan poin identik, namun dengan performa yang jauh dari memukau.
Bagi Palmer, ini bukan akhir. Ini adalah jeda—sebuah kesempatan untuk bangkit kembali. Dan ia siap.















