Sumbawanews.com,- Di usia 39 tahun, Lionel Messi kembali menulis sejarah di panggung sepak bola terbesar di dunia. Dua golnya dalam kemenangan 2-0 Timnas Argentina atas Austria di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6/2026) dini hari WIB, secara resmi menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Dengan torehan 17 gol dalam lima edisi Piala Dunia—dari 2006 hingga 2026—Messi melampaui rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, yang selama 16 tahun memegang tahta dengan 16 gol. Gol-golnya di Dallas bukan sekadar angka; ia adalah bukti ketahanan luar biasa, kecerdasan taktis, dan keabadian bakat yang tak tergantikan.
Bukan hanya sebagai penyerang, Messi berperan sebagai otak permainan La Albiceleste. Dengan kontrol bola yang tenang, umpan-umpan mematikan, dan kemampuan membaca permainan yang hampir mistis, ia tetap menjadi ujung tombak sekaligus jantung tim, meski pemain seusianya sudah lama pensiun.
Rekor ini mengukuhkan statusnya sebagai The GOAT—bukan sekadar julukan fanatik, tapi fakta yang terukur dalam statistik, prestasi, dan dampaknya terhadap permainan. Ia menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol di lima Piala Dunia berbeda, sekaligus satu-satunya yang mencatatkan 17 gol dan 13 assist dalam sejarah turnamen tersebut.
Kemenangan atas Austria bukan sekadar langkah menuju babak gugur; ia adalah momen simbolis. Di tengah gempuran generasi muda yang berlari kencang, Messi tetap berjalan—dengan tenang, dengan elegan, dan dengan keabadian yang tak bisa ditiru.
Piala Dunia 2026 mungkin menjadi edisi terakhirnya di panggung internasional. Tapi sejarah yang ia ciptakan—di atas rumput, di depan jutaan mata, di setiap detik yang ia ciptakan—akan tetap hidup, jauh setelah sepatunya digantung.















