Sumbawanews.com,- Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menaruh kepercayaan besar pada Ricky Pratama untuk menghidupkan lini depan Bajul Ijo di musim Super League 2026-2027. Pemain asal Surabaya itu kembali ke kota kelahirannya setelah berlabuh dari PSM Makassar, dengan misi jelas: membuktikan kualitasnya sebagai ujung tombak yang menakutkan.
Meski minim menit bermain di musim lalu—hanya 12 penampilan dan satu assist—Tavares tak meragukan potensi Ricky. Keduanya pernah bekerja sama di PSM, dan pelatih asal Portugal itu mengenal betul kecepatan, kecerdasan taktis, serta fleksibilitas posisi striker berusia 26 tahun itu. Ricky mampu bermain sebagai penyerang tengah, sayap, bahkan sebagai false nine, membuatnya menjadi opsi strategis yang langka di liga.
“Saya pernah melihatnya dalam kondisi terbaik. Dia punya mental juara dan teknik yang bisa mengubah jalannya pertandingan,” ujar Tavares dalam wawancara eksklusif. “Sekarang, ini kesempatan baginya untuk kembali ke level tertinggi—bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi untuk Persebaya yang sedang mengejar ambisi besar.”
Kedatangan Ricky bukan sekadar penguatan kualitas, tapi juga simbol kebangkitan. Sebagai putra Surabaya, ia membawa beban harapan warga kota yang rindu akan keganasan serangan di Stadion Gelora Bung Tomo. Tavares tak segan menekankan: “Tidak ada ruang untuk kompromi. Setiap latihan, setiap laga, harus jadi bukti bahwa dia layak memakai jersey ini.”
Manajemen Persebaya pun menaruh harapan besar. Dengan kebutuhan mendesak akan pemain yang mampu mencetak gol krusial dan menciptakan peluang, Ricky diharapkan menjadi jawaban atas kegagalan lini depan musim lalu yang kerap kehilangan ketajaman di menit-menit akhir.
Bagi Ricky, ini bukan sekadar reuni. Ini adalah panggilan untuk membuktikan bahwa masa lalu yang redup bukan akhir cerita, tapi awal dari babak baru—di kandang sendiri, di hadapan suporter yang tak pernah berhenti percaya.















