Sumbawanews.com,- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menjamin seluruh biaya pengobatan bagi para korban penyiksaan yang terjadi di sebuah tempat di Bandung. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara tegas menyatakan bahwa negara tidak akan membiarkan korban menanggung beban finansial akibat kekerasan yang mereka alami. “Ini adalah tanggung jawab moral dan hukum negara. Kesehatan mereka adalah prioritas utama,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Senin (14/8/2023).
Insiden penyiksaan yang terungkap beberapa hari lalu mengejutkan publik. Sejumlah warga, sebagian besar remaja dan pemuda, dilaporkan mengalami luka fisik dan trauma psikologis setelah ditahan secara sewenang-wenang di sebuah gedung tak dikenal di kawasan Bandung Barat. Pihak berwenang telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat, dan proses hukum sedang berjalan.
Kemenkes langsung mengerahkan tim medis untuk mengevaluasi kondisi para korban. Sebanyak 17 orang telah menjalani pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit rujukan, dengan sebagian besar memerlukan perawatan jangka panjang, termasuk terapi fisik dan psikologis. Semua biaya, mulai dari rawat inap, obat-obatan, hingga konseling trauma, akan ditanggung oleh anggaran kesehatan nasional tanpa syarat.
Budi menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan pelanggaran hak asasi manusia yang harus direspons secara sistemik. “Kami tidak hanya menyembuhkan luka tubuh, tapi juga memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” katanya.
Pemerintah juga berencana bekerja sama dengan Komnas HAM dan lembaga perlindungan saksi korban untuk memastikan korban mendapat perlindungan menyeluruh, termasuk akses ke pendidikan dan pemulihan sosial. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menegakkan keadilan dan mencegah kejadian serupa terulang.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi tidak verifikasi. Pihak berwenang menjamin proses investigasi berjalan transparan dan berbasis bukti.















