Home Berita Olah Raga Belgia Terancam Pensiun Dini di Piala Dunia 2026

Belgia Terancam Pensiun Dini di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Inglewood – Belgia berada di ambang kegagalan besar di Piala Dunia 2026. Setelah ditahan imbang 0-0 oleh Iran dalam laga kedua Grup G, tim asuhan pelatih Domenico Tedesco kini terpuruk di peringkat tiga klasemen dengan hanya dua poin, dan harus menang mutlak atas Selandia Baru pada laga penentuan nasib Sabtu (27/6) mendatang jika ingin tetap bertahan.

Dalam pertandingan yang berlangsung di SoFi Stadium, De Rode Duivels menguasai permainan dengan dominasi penguasaan bola 70% dan melepaskan 23 tembakan—tujuh di antaranya mengarah ke gawang—namun gagal memecah kebuntuan. Kiper andalan Thibaut Courtois, yang kembali tampil solid, menjadi satu-satunya penyelamat tim, menggagalkan beberapa peluang bersih Iran yang hanya melepaskan tujuh tembakan.

Kondisi semakin memburuk ketika Nathan Ngoy menerima kartu merah di menit awal babak kedua, memaksa Belgia bermain dengan 10 orang selama lebih dari 45 menit. Meski tetap menggempur, serangan mereka kehilangan ketajaman dan konsistensi, terutama di lini depan yang kehilangan kimiawi antar pemain.

“Kami kecewa, tapi tidak putus asa,” ujar Courtois usai laga. “Ruangan ganti hening. Tidak ada yang bicara banyak. Tapi kami tahu: ini bukan akhir. Ini awal dari pertarungan hidup atau mati.”

Hasil imbang ini membuat Belgia terus tertinggal dari Mesir yang memimpin klasemen dengan empat poin, sekaligus memperketat persaingan di Grup G. Selandia Baru, yang sebelumnya menahan imbang Mesir 1-1, kini berada di posisi kedua dengan tiga poin. Jika Belgia menang, mereka akan naik ke posisi dua—namun tetap bergantung pada hasil pertandingan antara Mesir dan Iran yang berlangsung bersamaan.

Kemenangan atas Selandia Baru bukan hanya soal poin. Ini adalah kesempatan terakhir bagi generasi emas Belgia yang pernah menduduki peringkat satu dunia pada 2018 untuk membuktikan bahwa mereka masih punya nyawa di panggung terbesar sepak bola. Kevin de Bruyne, Eden Hazard, dan Romelu Lukaku—yang semuanya kini berusia di atas 30 tahun—tak punya banyak waktu lagi. Laga ini bisa jadi penutup karier internasional mereka di level Piala Dunia.

Pelatih Tedesco, yang baru menggantikan Roberto Martínez pada awal tahun ini, kini menghadapi tekanan luar biasa. Kritik dari media Eropa mulai menggema: apakah Belgia sudah kehilangan jiwa timnya? Apakah kejayaan mereka hanya kenangan?

“Kami tidak bermain buruk,” tegas Tedesco dalam konferensi pers. “Tapi sepak bola bukan soal dominasi. Ini soal mencetak gol. Dan kami gagal. Sekarang, kami harus menemukan cara untuk menang—bukan hanya bermain bagus.”

Selandia Baru, meski dianggap sebagai underdog, justru datang dengan semangat tinggi. Mereka telah menunjukkan ketahanan dan disiplin taktis yang mengejutkan, bahkan mampu menahan imbang tim kuat seperti Mesir. Jika menang, mereka bisa saja mengejutkan dunia dengan lolos ke babak 16 besar—untuk pertama kalinya sejak 2010.

Pertandingan antara Belgia dan Selandia Baru, yang akan berlangsung di SoFi Stadium pada Sabtu pukul 10.00 WIB, bukan sekadar laga grup biasa. Ini adalah ujian nyata bagi kebangkitan atau kehancuran sebuah tim yang pernah menjadi raksasa. Bagi Belgia, tidak ada ruang untuk salah. Hanya satu jalan: menang, atau pulang.

Previous articleEkonomi Jakarta Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Next articleThailand Bangkitkan Jalur Darat Pengganti Selat Malaka
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik