Sumbawanews.com,- Kemenhaj Sumatera Barat mengumumkan bahwa seluruh jamaah haji dari Debarkasi Padang telah tiba kembali di Tanah Air usai menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Pemulangan resmi ditutup dengan kedatangan Kloter 14 pada Sabtu (20/6) dini hari pukul 04.42 WIB, yang mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman.
Sebanyak 5.357 dari 5.374 jamaah yang diberangkatkan berhasil dipulangkan secara utuh. Kloter terakhir ini membawa 286 jamaah dan petugas, terdiri dari 109 laki-laki dan 177 perempuan, dengan 101 di antaranya berusia di atas 65 tahun. Pesawat Garuda Indonesia GA 3814, sebuah Boeing 777, membawa mereka langsung dari Bandara Internasional Amir Muhammad Bin Abdul Aziz di Madinah.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemulangan yang berlangsung selama musim haji 1447 Hijriah/2026. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian operasional haji di Debarkasi Padang telah selesai. Semua jamaah kini telah kembali ke daerah asal masing-masing,” ujarnya.
Sayangnya, satu jamaah asal Kota Padang, Hizbullah Sulan (78 tahun), tidak sempat pulang. Ia wafat di Madinah selama menjalani ibadah haji. PPIH Debarkasi Padang menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum dan mendoakan agar amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Selama musim haji ini, Debarkasi Padang tidak hanya melayani jamaah dari Sumatera Barat, tetapi juga dari Provinsi Bengkulu. Dengan selesainya pemulangan Kloter 14, operasional haji di wilayah ini pun resmi ditutup, menandai berakhirnya perjalanan spiritual ribuan umat Islam dari Ranah Minang dan sekitarnya.
Rifki berharap, para jamaah yang telah kembali dapat membawa pulang haji yang mabrur—bukan hanya secara ritual, tetapi juga dalam sikap, perilaku, dan kehidupan sehari-hari. “Semoga pengalaman di Tanah Suci menjadi penguat iman, ketakwaan, dan kebaikan yang terus mengalir di tengah masyarakat,” katanya.
Pemulangan jamaah juga diiringi himbauan untuk tetap disiplin menjalani isolasi mandiri selama 14 hari setibanya di Indonesia, demi menjaga kesehatan pribadi dan mencegah penyebaran penyakit.















