Sumbawanews.com,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan insentif fiskal besar-besaran untuk memperkuat industri perfilman nasional. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan pemberian keringanan pajak sebesar 50 persen atas jasa kesenian, hiburan, dan tontonan film produksi dalam negeri, melalui Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026.
Kebijakan ini dirancang sebagai bagian dari strategi menjadikan Jakarta sebagai pusat sinema nasional. Insentif pajak tidak hanya berupa pengurangan kewajiban, tetapi juga dikembalikan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mendanai pengembangan infrastruktur perfilman, pelatihan sumber daya manusia, dan penyederhanaan proses perizinan produksi.
Pramono menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar stimulus ekonomi, melainkan upaya sistematis untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan. “Kami ingin insan perfilman di Jakarta merasa didukung, bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara struktural,” ujarnya di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Kebijakan ini hasil dari diskusi intensif dengan asosiasi produser film dan Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI). Selain insentif pajak, Pemprov DKI juga meluncurkan layanan “Filming in Jakarta” melalui Jakarta Film Commission dan PT Jakarta Tourisindo. Layanan ini memudahkan produksi film nasional maupun internasional dengan proses perizinan terpadu, akses lokasi syuting, dan dukungan logistik.
Wakil Gubernur Rano Karno menambahkan, penyederhanaan regulasi ini sekaligus menjadi alat promosi pariwisata. “Setiap adegan film yang difilmkan di Monas, Taman Ismail Marzuki, atau kawasan Kota Tua, adalah iklan gratis bagi Jakarta,” katanya.
Dengan kebijakan ini, DKI Jakarta menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memberikan diskon pajak sebesar itu secara khusus untuk film nasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah produksi film lokal, menarik investasi, dan membangkitkan semangat kreatif generasi muda di sektor budaya.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas konten lokal agar mampu bersaing di pasar global, sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia melalui layar lebar.















